Makna Shalat Bisa Cegah Perbuatan Keji dan Mungkar
Muhajirin
Jum'at, 26 Mei 2023 - 18:00 WIB
Mursyid Tarekat Idrisiyyah Tasikmalaya, Syekh Muhammad Fathurahman.
Mursyid Tarekat Idrisiyyah Tasikmalaya, Syekh Muhammad Fathurahman, menjelaskan makna shalat bisa mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Hal ini termaktub dalam Surah Al-Ankabut ayat 45.
Syekh Muhammad menjelaskan, shalat merupakan ibadah istimewa karena perintahnya diambil langsung ke langit dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW. Shalat juga menjadi ibadah yang pertama kali dihisab pada hari pembalasan kelak.
"Shalat yang benar secara fikih (sesuai aturan) dan tasawuf (khusyu) akan menjadi benteng diri pelakukanya dari perbuatan keji dan mungkar," kata Syekh Muhammad saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Jumat (26/5/2023).
Fahsya (keji) berarti perbuatan jahat yang berimbas kepada diri sendiri saja. Sementara, mungkar merupakan perbuatan jahat yang berimnas kepada orang lain. Shalat yang sesuai aturan akan berefek kepada seluruh kehidupan manusia.
Baca juga:Dikenal Ramah, Imam Masjid Asal Indonesia Disukai di Uni Emirat Arab
Shalat merupakan sarana yang dapat menghubungkan hati kepada Allah SWT. Dalam shalat, seorang muslim diajarkan cara merendahkan diri di hadapan-Nya. Dengan memosisikan kaki dan kepala sama rendah, merasakan kenikamatan sujud, berarti telah merendahkan diri di hadapan-Nya.
"Betapa rendahnya kita sebagai hamba dan betapa Agungnya Allah SWT sebagai Pencipta," ujar Syekh Muhammad.
Syekh Muhammad menjelaskan, shalat merupakan ibadah istimewa karena perintahnya diambil langsung ke langit dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW. Shalat juga menjadi ibadah yang pertama kali dihisab pada hari pembalasan kelak.
"Shalat yang benar secara fikih (sesuai aturan) dan tasawuf (khusyu) akan menjadi benteng diri pelakukanya dari perbuatan keji dan mungkar," kata Syekh Muhammad saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Jumat (26/5/2023).
Fahsya (keji) berarti perbuatan jahat yang berimbas kepada diri sendiri saja. Sementara, mungkar merupakan perbuatan jahat yang berimnas kepada orang lain. Shalat yang sesuai aturan akan berefek kepada seluruh kehidupan manusia.
Baca juga:Dikenal Ramah, Imam Masjid Asal Indonesia Disukai di Uni Emirat Arab
Shalat merupakan sarana yang dapat menghubungkan hati kepada Allah SWT. Dalam shalat, seorang muslim diajarkan cara merendahkan diri di hadapan-Nya. Dengan memosisikan kaki dan kepala sama rendah, merasakan kenikamatan sujud, berarti telah merendahkan diri di hadapan-Nya.
"Betapa rendahnya kita sebagai hamba dan betapa Agungnya Allah SWT sebagai Pencipta," ujar Syekh Muhammad.