Haedar Nashir Minta Nilai Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
Muhajirin
Jum'at, 02 Juni 2023 - 12:53 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, meminta aparat pemerintah dan masyarakat Indonesia melaksanakan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila merupakan pandangan dunia dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan agama dan berbeda dari agama. Pancasila dan agama memiliki tempatnya sendiri.
Agama berlaku secara keseluruhan hidup manusia sesuai yang dianut para pemeluknya, sedangkan Pancasila merupakan dasar dan falsafah dalam berbangsa dan bernegara.
"Pancasila sejalan dengan semua agama yang dianut di Indonesia, maka jangan dipertentangkan satu sama lain. Para pemeluk agama sudah menerima Pancasila sebagai dasar negara dengan sikap yang final," kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/6/2023).
Baca juga:Suami Istri Gowes Naik Haji, Jual Mobil untuk Bekal Perjalanan
Pancasila sudah selesai atau final sebagai dasar negara. Warga negara, baik individu maupun golongan, tidak boleh bertentangan dan menentang Pancasila. Pancasila menghargai dan menyerap ajaran agama, bahkan setiap silanya selaras dengan agama.
"Karenanya bila ada yang masih mempertentangkan keduanya berarti tidak paham Pancasila dan sekaligus tidak paham agama," ujar Haedar.
Pancasila merupakan pandangan dunia dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan agama dan berbeda dari agama. Pancasila dan agama memiliki tempatnya sendiri.
Agama berlaku secara keseluruhan hidup manusia sesuai yang dianut para pemeluknya, sedangkan Pancasila merupakan dasar dan falsafah dalam berbangsa dan bernegara.
"Pancasila sejalan dengan semua agama yang dianut di Indonesia, maka jangan dipertentangkan satu sama lain. Para pemeluk agama sudah menerima Pancasila sebagai dasar negara dengan sikap yang final," kata Haedar Nashir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/6/2023).
Baca juga:Suami Istri Gowes Naik Haji, Jual Mobil untuk Bekal Perjalanan
Pancasila sudah selesai atau final sebagai dasar negara. Warga negara, baik individu maupun golongan, tidak boleh bertentangan dan menentang Pancasila. Pancasila menghargai dan menyerap ajaran agama, bahkan setiap silanya selaras dengan agama.
"Karenanya bila ada yang masih mempertentangkan keduanya berarti tidak paham Pancasila dan sekaligus tidak paham agama," ujar Haedar.