home edukasi & pesantren

Fitnah Kehidupan (Bagian-3)

Jum'at, 02 Juni 2023 - 14:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Dunia kita adalah dunia yang bercirikan dengan ilmu. Dan sejatinya Islam adalah agama yang terbangun di atas dasar keilmuan. Hanya dengan Ilmu, aspirasi Islam untuk mencapai kesuksesan dunia-akhirat (hasanah fid-dunia wa hasanah fil-akhirati) akan tercapai.

Sehingga sangat wajar jika semua aspek ajaran Islam terbangun di atas dasar keilmuan. Iman bukan dengan rasa dan emosi semata. Walau rasa dan emosi menjadi konsekwensi dari keyakinan seseorang. Tapi iman harus dengan ilmu. “Ketahuilah (berilmu) sesungguhnya tiada tuhan kecuali Dia”.

Hanya saja pada galibnya keilmuan dunia kita saat ini hanya terbatas pada tataran informasi semata. Sehingga manusia memiliki begitu banyak informasi tapi sangat sedikit yang memili ma’rifat (ilmu dengan pemahaman). Bahkan dalam hal keagamaan sekalipun. Ilmu pada tataran ini yang diistilahkan oleh Rasulullah SAW dengan “ilmun bil-lisan”. Ilmu yang tidak menembus ke relung qalbu manusia.

Baca juga:Fitnah Kehidupan (Bagian-2)

Kisah ketiga yang populer di Surah Al-Kahf menceritakan pergulatan keilmuan itu. Mengingatkan betapa ilmu itu menjadi jalan kesuksesan “siapa yang mau sukses dunia hendaklah dengan ilmu. Siapa yang mau sukses akhirat hendaklah dengan ilmu. Dan siapa yang mau keduanya hendaklah dengan ilmu” (hadits). Tapi ilmu juga dapat menjadi jalan fitnah bagi seseorang.

Cerita nabi Musa AS dan Khaidir AS menjadi cerita yang kadang dianggap dongeng mereka yang tidak beriman. Tapi itu kisah Al-Quran itu adalah kisah nyata dari seorang nabi yang Allah berikan penjagaan (al-‘Ishmah) agar tidak tergelincir ke dalam fitnah keilmuan.

Kronologis cerita ini tidak perlu saya sebutkan lagi. Tapi intinya cerita itu mengingatkan Musa AS untuk tidak terjatuh ke dalam fitnah keilmuan. Jangan sampai lupa bahwa dirinya adalah manusia biasa. Hanya saja diangkat menjadi nabi dan diberikan wahyu. Allah menjaga musa dari kemungkinan terjatuh dalam perasaan paling mengerti, lebih dari siapapun. Kisah ini diceritakan dari ayat ke 62 hingga ke ayat 82 di surah Al-Kahf.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
fitnah kehidupan imam shamsi ali
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya