home global news

Jelang Pemilihan Pemimpin, Begini Etika Berpolitik Pada Pemilu 2024

Senin, 05 Juni 2023 - 10:41 WIB
Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud
Pesta demokrasi lima tahunan sudah mulai terasa di tengah masyarakat. Politisi yang ingin berpentas sudah mulai ‘berkampanye’ untuk mengambil hati masyarakat. Hal itu membuat suasana tahun politi sudah mulai terasa.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, mengingatkan masyarakat untuk menjaga etika politik menjelang pemilihan umum 2024 mendatang. Dalam urusan berbangsa dan bernegara, Indonesia sudah memiliki tradisi dari para tokoh pejuang bangsa terdahulu musyawarah dan mufakat.

“Para tokoh kita memutuskan bahwa inti dari berbangsa dan bernegara ini adalah musyawarah mufakat, dasarnya adalah Pancasila. Pancasila lahir dari hasil musyawarah mufakat, tidak hanya hasil dari satu atau dua orang,” ujar KH Marsudi dalam Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta, Ahad (4/5/2023).

Baca juga: Hidayatullah Kembangkan Potensi Guru Ngaji Pesantren dan Rumah Qur'an

Dia menjelaskan, inti dari berbangsa dan bernegara adalah musyawarah mufakat. Kemudian, musyawarah menjadi aturan dan menjadi dasar negara yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan konstitusi.

KH Marsudi menegaskan, hal-hal yang menjadi urusan manusia saat ini, salah satu dasarnya adalah wa syawirhum fil amr. Menurut dia, kemerdekaan sampai kesepakatan dalam bernegara merupakan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an.

“Mulai kemerdekaan sampai menciptakan dan mensepakati dasar negara, itu adalah perintah Allah SWT dalam Alquran,” kata dia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
etika pemimpin pemilu 2024
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya