Cikal Bakal Lahirnya Kota Semarang, Masjid Kauman Pernah 2 Kali Terbakar
Arif purniawan
Ahad, 29 Agustus 2021 - 03:00 WIB
Masjid Kauman Semarang memiliki sejarah panjang dalam lahirnya Kota Semarang. (foto: Arif Purniawan)
Masjid Agung Semarang, atau yang banyak dikenal dengan Masjid Kauman di Jalan Alun-alun Barat nomor 11, adalah masjid berarsitektur Jawa, Persia dan Arab.
Sejarah panjang masjid ini, sekaligus jadi cikal bakal berdirinya Kota Semarang. Masjid Kauman diperkirakan dibangun pada 1575 M atau pertengahan abad ke-XVI masehi, pada masa Kesultanan Demak.
Dikisahkan, seorang dari Kesultanan Demak bernama Made Pandan, seorang maulana dari Arab yang memiliki nama asli Maulana Ibnu Abdul Salam mendapat perintah dari Raden Mas Said, atau Sunan Kalijaga untuk menggantikan kedudukan Syekh Siti Jenar, yang ajarannya dianggap menyimpang.
Dari Demak, menuju ke wilayah Barat bernama Pulau Tirangan, membuka hutan dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu wilayah itu makin subur dan tumbuh pohon Asam yang arang (tidak banyak), yang kemudian menjadi Semarang. Made Pandan megawali tugasnya dengan membangun masjid, sekaligus untuk pusat mengajarkan Islam.
Karena pengaruh Ki Ageng Pandan Arang semakin besar, dan pertumbuhannya meningkat, ini menarik Sultan Adiwijaya dari Pajang (Demak masih Kadipaten dari Pajang). Karena peningkatan daerah sudah terpenuhi, maka diputuskan Semarang menjadi kabupaten.
Setelah Adiwijoyo berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga, maka Ki Ageng Pandan Arang dinobatkan sebagai Bupati Semarang pertama, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal tahun 954 H atau 2 Mei 1547 M. Secara adat dan politis berdirilah Kota Semarang.
Sejarah panjang masjid ini, sekaligus jadi cikal bakal berdirinya Kota Semarang. Masjid Kauman diperkirakan dibangun pada 1575 M atau pertengahan abad ke-XVI masehi, pada masa Kesultanan Demak.
Dikisahkan, seorang dari Kesultanan Demak bernama Made Pandan, seorang maulana dari Arab yang memiliki nama asli Maulana Ibnu Abdul Salam mendapat perintah dari Raden Mas Said, atau Sunan Kalijaga untuk menggantikan kedudukan Syekh Siti Jenar, yang ajarannya dianggap menyimpang.
Dari Demak, menuju ke wilayah Barat bernama Pulau Tirangan, membuka hutan dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu wilayah itu makin subur dan tumbuh pohon Asam yang arang (tidak banyak), yang kemudian menjadi Semarang. Made Pandan megawali tugasnya dengan membangun masjid, sekaligus untuk pusat mengajarkan Islam.
Karena pengaruh Ki Ageng Pandan Arang semakin besar, dan pertumbuhannya meningkat, ini menarik Sultan Adiwijaya dari Pajang (Demak masih Kadipaten dari Pajang). Karena peningkatan daerah sudah terpenuhi, maka diputuskan Semarang menjadi kabupaten.
Setelah Adiwijoyo berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga, maka Ki Ageng Pandan Arang dinobatkan sebagai Bupati Semarang pertama, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal tahun 954 H atau 2 Mei 1547 M. Secara adat dan politis berdirilah Kota Semarang.