Masjid Unik di Gresik, Berbahan Limbah Pembakaran Batu Bara
Muhajirin
Jum'at, 09 Juni 2023 - 10:00 WIB
Masjid Al-Fath di Gresik dengan arsitektur unik karena bahan dasar bangunan terbuat dari limbah pembakaran batu bara
Kabupaten Gresik, Jawa Timur memiliki julukan sebagai kota santri. Tak hanya itu, Gresik juga punya masjid unik yang bisa menjadi destinasi wisata religi, yakni Masjid Al-Fath.
Masjid Al-Fath dirancang dengan arsitektur unik. Masjid ini tidak seperti pada umumnya, karena bahan dasar bangunan terbuat dari limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Masjid tersebut diresmikan PT Petrokimia di Komplek Perumahan Citra Sari Regency (CSR), Kec. Cerme, Gresik, pada Rabu (7/6/2023). Masjid dengan luas seribu meter persegi itu dibangun oleh Koperasi Konsumen Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG).
Bangunan ini menjadi rumah ibadah yang memadukan konsep Eco Friendly dan Green Building pertama di Gresik. Desainnya terbuka tanpa menggunakan AC. Konsep tersebut membuat suasana masjid menjadi sejuk dan ramah lingkungan.
Baca juga:Indonesia dan Malaysia Jalin Kerja Sama Pengakuan Sertifikat Halal
FABA digunakan untuk material cor. Itu bertujuan mengurangi semen bagian masjid, sekaligus langkah konversi untuk mengurangi emisi karbon. Penggunaan FABA sebanyak 541,89 ton dalam proyek itu berhasil berkontribusi mengurangi emisi sebesar 149,019 ton CO2.
"Ini merupakan langkah konversi mengurangi emisi karbon telah memanfaatkan 541 ton FABA," kata Ketua Pengurus K3PG, Awang Djohan Bachtiar, kepada wartawan saat peresmian masjid.
Masjid Al-Fath dirancang dengan arsitektur unik. Masjid ini tidak seperti pada umumnya, karena bahan dasar bangunan terbuat dari limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Masjid tersebut diresmikan PT Petrokimia di Komplek Perumahan Citra Sari Regency (CSR), Kec. Cerme, Gresik, pada Rabu (7/6/2023). Masjid dengan luas seribu meter persegi itu dibangun oleh Koperasi Konsumen Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG).
Bangunan ini menjadi rumah ibadah yang memadukan konsep Eco Friendly dan Green Building pertama di Gresik. Desainnya terbuka tanpa menggunakan AC. Konsep tersebut membuat suasana masjid menjadi sejuk dan ramah lingkungan.
Baca juga:Indonesia dan Malaysia Jalin Kerja Sama Pengakuan Sertifikat Halal
FABA digunakan untuk material cor. Itu bertujuan mengurangi semen bagian masjid, sekaligus langkah konversi untuk mengurangi emisi karbon. Penggunaan FABA sebanyak 541,89 ton dalam proyek itu berhasil berkontribusi mengurangi emisi sebesar 149,019 ton CO2.
"Ini merupakan langkah konversi mengurangi emisi karbon telah memanfaatkan 541 ton FABA," kata Ketua Pengurus K3PG, Awang Djohan Bachtiar, kepada wartawan saat peresmian masjid.