Manfaat Thawaf di Baitullah untuk Kesehatan
Esti setiyowati
Jum'at, 16 Juni 2023 - 05:00 WIB
Thawaf selain menjadi rukun haji juga bermanfaat untuk kesehatan.Foto/ist
Berhaji adalah rukun Islam kelima yang hukumnya menjadi wajib seumur hidup bagi muslim yang mampu, baik kesehatan juga finansial.
Ibadah haji dilakukan pada bulan Dzulhijjah dengan tempat pelaksanaan di Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ada beberapa ritual haji yang dimulai dari niat pada saat miqat, ihram selama menunaikannya, thawaf di Baitullah, sa'i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, dan tahallul.
Rangkaian ritual haji tersebut selain bernilai ibadah juga mengandung manfaat kesehatan. Kali ini pembahasan kesehatan pada aktivitas thawaf di Baitullah.
Bahar Azwar dalam buku "Manfaat Haji dan Umrah bagi Kesehatan" menyebutkan, thawaf di Baitullah dapat digolongkan ke dalam hipnotisme dan prana.
Baca juga:UI Tindaklajuti Kolaborasi dengan 10 Universitas Ternama di Inggris
National Institute of Health (NIH) Amerika Serikat menempatkan hipnotisme dalam kategori pertama pembagian Kedokteran Alternatif, yaitu intervensi rohani (mindbody intervention) terhadap jasmani yang berpengaruh dalam sistem kekebalan tubuh.
Sementara prana atau pranic healing termasuk dalam bioelectric medicine, kategori kedua dari Kedokteran Alternatif menurut sumber yang sama.
Ibadah haji dilakukan pada bulan Dzulhijjah dengan tempat pelaksanaan di Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ada beberapa ritual haji yang dimulai dari niat pada saat miqat, ihram selama menunaikannya, thawaf di Baitullah, sa'i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, dan tahallul.
Rangkaian ritual haji tersebut selain bernilai ibadah juga mengandung manfaat kesehatan. Kali ini pembahasan kesehatan pada aktivitas thawaf di Baitullah.
Bahar Azwar dalam buku "Manfaat Haji dan Umrah bagi Kesehatan" menyebutkan, thawaf di Baitullah dapat digolongkan ke dalam hipnotisme dan prana.
Baca juga:UI Tindaklajuti Kolaborasi dengan 10 Universitas Ternama di Inggris
National Institute of Health (NIH) Amerika Serikat menempatkan hipnotisme dalam kategori pertama pembagian Kedokteran Alternatif, yaitu intervensi rohani (mindbody intervention) terhadap jasmani yang berpengaruh dalam sistem kekebalan tubuh.
Sementara prana atau pranic healing termasuk dalam bioelectric medicine, kategori kedua dari Kedokteran Alternatif menurut sumber yang sama.