home lifestyle muslim

Bagaimana Memperlakukan Anak Selama Ini, dengan Nafsu ataukah Cinta?

Sabtu, 01 Juli 2023 - 17:30 WIB
ilustrasi
Cinta adalah mawaddah, kasih sayang. Cinta merupakan sebuah penerimaan. Cinta adalah reaksi kimia dari diri yang terwujud menjadi perilaku yang positif. Cinta itu adalah hormon yang membangkitkan.

"Cinta itu adalah sesuatu yang menjadikan seseorang memiliki hope atau harapan. Sebagaimana Allah mencintai hamba-Nya tanpa syarat. Dan Nabi Muhammad mencintai umatnya juga tanpa syarat," kata Pakar Parenting, Bunda Aniqq Al Faqiroh, dalam kuliah online yang diikuti Langit7.id, Sabtu (1/7/2023).

Terkadang orang tua membalut nafsu dengan ungkapan rasa cinta. Apabila orang tua mencintai anaknya, tentua dia akan mengurangi tuntutan-tuntutan untuk mereka. Anak memiliki fase perkembangan, di mana mereka akan bertumbuh secara alamiah berdasarkan tahapan perkembangan.

Baca juga:Masjid Al Akbar Surabaya Olah Limbah Kurban Jadi Kompos

"Dengan demikian kita sebagai orang tua perlu berintrospeksi diri bahwa tujuan kita mengarahkan anak seperti ini dan itu adalah untuk apa? Apakah karena nafsu? Ataukah karena benar-benar cinta?" tutur Bunda Aniqq.

Orang tua harus memahami konsep the power of love, cinta yang membangkitkan bukan mematikan. Sejatinya membangun kekuatan anak dari rumah merupakan hal yang sangat luar biasa. Semua berasal dari cinta orang tua yang clear. Cinta orang tua yang mengasihi anak tanpa syarat.

"Terkadang kita berdalih bahwa kita mencintai anak asal anak begini atau asal anak begitu. Hal ini seolah-olah kita tidak menerima anak apa adanya kalau anak belum memenuhi ekspektasi kita," tutur Bunda Aniqq.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
anak parenting cinta
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya