LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Cinta adalah mawaddah, kasih sayang. Cinta merupakan sebuah penerimaan. Cinta adalah reaksi kimia dari diri yang terwujud menjadi perilaku yang positif. Cinta itu adalah hormon yang membangkitkan.
"Cinta itu adalah sesuatu yang menjadikan seseorang memiliki hope atau harapan. Sebagaimana Allah mencintai hamba-Nya tanpa syarat. Dan Nabi Muhammad mencintai umatnya juga tanpa syarat," kata Pakar Parenting, Bunda Aniqq Al Faqiroh, dalam kuliah online yang diikuti
Langit7.id, Sabtu (1/7/2023).
Terkadang orang tua membalut nafsu dengan ungkapan rasa cinta. Apabila orang tua mencintai anaknya, tentua dia akan mengurangi tuntutan-tuntutan untuk mereka. Anak memiliki fase perkembangan, di mana mereka akan bertumbuh secara alamiah berdasarkan tahapan perkembangan.
Baca juga:
Masjid Al Akbar Surabaya Olah Limbah Kurban Jadi Kompos"Dengan demikian kita sebagai orang tua perlu berintrospeksi diri bahwa tujuan kita mengarahkan anak seperti ini dan itu adalah untuk apa? Apakah karena nafsu? Ataukah karena benar-benar cinta?" tutur Bunda Aniqq.
Orang tua harus memahami konsep the power of love, cinta yang membangkitkan bukan mematikan. Sejatinya membangun kekuatan anak dari rumah merupakan hal yang sangat luar biasa. Semua berasal dari cinta orang tua yang clear. Cinta orang tua yang mengasihi anak tanpa syarat.
"Terkadang kita berdalih bahwa kita mencintai anak asal anak begini atau asal anak begitu. Hal ini seolah-olah kita tidak menerima anak apa adanya kalau anak belum memenuhi ekspektasi kita," tutur Bunda Aniqq.
Jadi, orang tua perlu menyadari bahwa cinta adalah menumbuhkan potensi dan karakter anak bukan mematikan. Cinta itu welas asih yang juga memaafkan, menangani proses tumbuh kembang anak dengan hati yang damai dan membangkitkan.
Orang tua harus role model anak. Orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya. Orang tua harus terlebih dahulu memperbaiki diri. Anak bisa jadi salah mendengar tetapi anak tidak salah mencontoh.
"Apabila kita sebagai orang tua jantungnya tidak sehat atau kita sebagai orang tua belum bisa dewasa dengan diri kita sendiri, maka bagaimana jantung ini bisa mengalirkan darah maupun oksigen ke dalam tubuh. Sehingga kita perlu memiliki jantung yang sehat dalam rumah," ungkap Bunda Aniqq.
Cerminan orang tua adalah anak, sehingga orang tua perlu memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Orang tua berikhtiar dalam proses pengasuhan dan melibatkan Allah dalam segala proses pengasuhan.
Baca juga:
OKI Bakal Gelar Pertemuan Darurat Terkait Aksi Pembakaran Al-Qur'anTerdapat dua kaki pengasuhan yaitu bangun kedekatan kepada anak dan bangun serta berikan teladan kepada anak. Anak yang dekat dengan orang tua tanpa memberikan teladan maka anak anak berani kepada orang tua.
"Orang tua yang hanya memberikan teladan tanpa adanya kedekatan kepada anak, maka anak tidak meniru kebaikan orang tua," ungkap Bunda Aniqq.

(ori)