home masjid

Lebih Baik Memaafkan karena Dendam Merugikan Diri Sendiri

Sabtu, 08 Juli 2023 - 15:00 WIB
Memaafkan lebih baik daripada dendam karena bisa merugikan diri sendiri.
Dalam bahasa Arab, dendam atau suka membalas disebut al-intiqaam. Makna dari kata ini yakni seseorang tidak ridha sampai membalas persis sesuai yang diperbuat orang lain padanya. Lawan dendam adalah memaafkan atau lapang dada. Dalam bahasa Arab disebut al-‘afwu.

Pendiri Formula Hati, Ustadz Muhsini Fauzi, menjelaskan, jiwa manusia secara umum tidak cukup mudah berhenti pada batas yang ditetapkan. Maka dalam konteks ini, sangat ditekankan untuk berhati-hati agar berhenti pada batas pembalasan yang diizinkan. Tidak boleh melampaui.

“Karena tidak mudah, Allah memerintahkan untuk bertakwa dan memaafkan saja,” kata Ustadz Fauzi dalam Kajian Ahlak dan Adab Bersama Formula Hati, dikutip Sabtu (8/7/2023).

وَالَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَاِذَا مَا غَضِبُوْا هُمْ يَغْفِرُوْنَ ۚ

"Dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah segera memberi maaf," (QS Asy-Syura: 37).

Baca juga:Allah Larang Hamba-Nya Berlebihan dalam Ibadah

Ahlak membalas bukan ahlak yang baik. Kalaupun terpaksa membalas, maka harus dipastikan persis yang diterima. Dalam Bahasa agama disebut qisas. Hal itu tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 194.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
memaafkan dendam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya