Festival Muslim di New York Dihadiri Kelompok Muslim dan Nonmuslim
Muhajirin
Senin, 10 Juli 2023 - 15:00 WIB
Musim Heritage Festival yang diadakan di Lindenhurst, New York tak hanya menarik perhatian masyarakat muslim yang ada di daerah tersebut
Musim Heritage Festival yang diadakan di Lindenhurst, New York tak hanya menarik perhatian masyarakat muslim yang ada di daerah tersebut. Namun, acara yang digelar pada Sabtu (8/7/2023) itu juga dihadiri dari kelompok masyarakat dari segala usia, agama, dan latar belakang.
Pendiri muslim Amerika di Suffolk County, Lamiaa Elkoulily, mengatakan, acara yang pertama kali diadakan di Balai Kota Babel itu menampilkan budaya Islam, makanan halal, pakaian muslim, dan seni henna. Hal itu menampilkan persatuan, cinta, dan apresiasi budaya.
"Kami membuat sejarah hari ini. Kami adalah saudara dan saudari dalam kemanusiaan yang datang dari berbagai latar belakang untuk menyebarkan cinta dan menghentikan kebencian," kata Lamiaa Elkoulily, dikutip newsday, Senin (10/7/2023).
Festival ini menarik Muslim dan non-Muslim yang bersemangat untuk menghadiri acara tersebut. Salah satu non-Muslim adalah Jasmine Robinson yang sedang dalam perjalanan bersama suaminya James King. Dia menghadiri festival itu secara tidak sengaja dan memutuskan untuk mampir.
Baca juga: Gempa M5,2 Getarkan Meulaboh Aceh, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
“Kami tidak tahu tentang ini (sebelumnya0, tapi saya senang kami kebetulan pergi,” kata King. Robinson menambahkan, “Semuanya terlihat sangat keren. Pakaiannya sangat indah, dan saya suka mengapresiasi budaya lain.”
Festival itu diadakan karena populasi muslim terus tumbuh di Long Island. Satu dekade yang lalu, hanya ada sekitar dua lusin masjid di Long Island dibandingkan dengan lebih dari 40 masjid saat ini. Pengawas Kota Babel Rich Schaffer merasa terhormat menjadi tuan rumah festival tersebut.
Pendiri muslim Amerika di Suffolk County, Lamiaa Elkoulily, mengatakan, acara yang pertama kali diadakan di Balai Kota Babel itu menampilkan budaya Islam, makanan halal, pakaian muslim, dan seni henna. Hal itu menampilkan persatuan, cinta, dan apresiasi budaya.
"Kami membuat sejarah hari ini. Kami adalah saudara dan saudari dalam kemanusiaan yang datang dari berbagai latar belakang untuk menyebarkan cinta dan menghentikan kebencian," kata Lamiaa Elkoulily, dikutip newsday, Senin (10/7/2023).
Festival ini menarik Muslim dan non-Muslim yang bersemangat untuk menghadiri acara tersebut. Salah satu non-Muslim adalah Jasmine Robinson yang sedang dalam perjalanan bersama suaminya James King. Dia menghadiri festival itu secara tidak sengaja dan memutuskan untuk mampir.
Baca juga: Gempa M5,2 Getarkan Meulaboh Aceh, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
“Kami tidak tahu tentang ini (sebelumnya0, tapi saya senang kami kebetulan pergi,” kata King. Robinson menambahkan, “Semuanya terlihat sangat keren. Pakaiannya sangat indah, dan saya suka mengapresiasi budaya lain.”
Festival itu diadakan karena populasi muslim terus tumbuh di Long Island. Satu dekade yang lalu, hanya ada sekitar dua lusin masjid di Long Island dibandingkan dengan lebih dari 40 masjid saat ini. Pengawas Kota Babel Rich Schaffer merasa terhormat menjadi tuan rumah festival tersebut.