Santri Jadi Penggerak Ekonomi dan Pendorong Penciptaan 4,4 Juta Lapangan Kerja
Tim langit 7
Sabtu, 15 Juli 2023 - 07:09 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno pada kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (14/7/2023)
Santri merupakan aset negara yang harus mampu menjadi penggerak ekonomi dan mendorong penciptaan 4,4 juta lapangan kerja khususnya di era digital.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (14/7/2023)
Sandiaga melihat partisipasi santri dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai masih belum optimal. Khususnya dalam mendukung kehadiran pariwisata halal ataupun produk ekonomi kreatif halal seperti fesyen muslim hingga kuliner halal.
Baca juga:Menparekraf Harap Santri Digitalpreneur Pahami Branding dalam Pemasaran Produk Ekraf
Padahal populasi santri di Indonesia terbilang cukup banyak. Data Kementerian Agama sampai 2022/2023 menunjukkan ada sekitar 5 juta santriwan dan santriwati yang tersebar di 39.045 pesantren di Indonesia.
"Oleh karena itu, saya langsung menggagas. Tapi kalau hanya untuk membina di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak akan terlalu efektif. Berarti harus dibantu oleh digitalisasi. Maka tercetuslah Program Santri Digitalpreneur Indonesia," ujarnya.
Pada program Santri Digitalpreneur Indonesia para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing. Sehingga diharapkan para santri bisa menciptakan video atau konten kreatif yang mendukung kehadiran konten Islami dengan balutan nilai-nilai kreatif juga inspiratif.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (14/7/2023)
Sandiaga melihat partisipasi santri dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai masih belum optimal. Khususnya dalam mendukung kehadiran pariwisata halal ataupun produk ekonomi kreatif halal seperti fesyen muslim hingga kuliner halal.
Baca juga:Menparekraf Harap Santri Digitalpreneur Pahami Branding dalam Pemasaran Produk Ekraf
Padahal populasi santri di Indonesia terbilang cukup banyak. Data Kementerian Agama sampai 2022/2023 menunjukkan ada sekitar 5 juta santriwan dan santriwati yang tersebar di 39.045 pesantren di Indonesia.
"Oleh karena itu, saya langsung menggagas. Tapi kalau hanya untuk membina di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak akan terlalu efektif. Berarti harus dibantu oleh digitalisasi. Maka tercetuslah Program Santri Digitalpreneur Indonesia," ujarnya.
Pada program Santri Digitalpreneur Indonesia para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing. Sehingga diharapkan para santri bisa menciptakan video atau konten kreatif yang mendukung kehadiran konten Islami dengan balutan nilai-nilai kreatif juga inspiratif.