LANGIT7.ID-, Bangkalan- -
Santri merupakan aset negara yang harus mampu menjadi penggerak ekonomi dan mendorong penciptaan 4,4 juta lapangan kerja khususnya di era digital.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (14/7/2023)
Sandiaga melihat partisipasi santri dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai masih belum optimal. Khususnya dalam mendukung kehadiran pariwisata halal ataupun produk ekonomi kreatif halal seperti fesyen muslim hingga kuliner halal.
Baca juga:
Menparekraf Harap Santri Digitalpreneur Pahami Branding dalam Pemasaran Produk EkrafPadahal populasi santri di Indonesia terbilang cukup banyak. Data Kementerian Agama sampai 2022/2023 menunjukkan ada sekitar 5 juta santriwan dan santriwati yang tersebar di 39.045 pesantren di Indonesia.
"Oleh karena itu, saya langsung menggagas. Tapi kalau hanya untuk membina di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak akan terlalu efektif. Berarti harus dibantu oleh digitalisasi. Maka tercetuslah Program Santri Digitalpreneur Indonesia," ujarnya.
Pada program Santri Digitalpreneur Indonesia para santri dibekali ilmu digitalisasi dengan tren kekinian yang dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing. Sehingga diharapkan para santri bisa menciptakan video atau konten kreatif yang mendukung kehadiran konten Islami dengan balutan nilai-nilai kreatif juga inspiratif.
Walaupun program Santri Digitalpreneur Indonesia baru memasuki tahun ke-2, Sandiaga berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi warna tersendiri dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Karena santri ini adalah masa depan bangsa kita, santri adalah aset bangsa, dan harus turut aktif dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Mudah-mudahan kalian semua menjadi pengusaha sukses, yang akan menjadi pendakwah dan menjadi pencipta konten-konten bermutu," kata Sandiaga.
Baca juga:
PWNU Jatim Bantu Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin SemeruSelain Kabupaten Bangkalan, program Santri Digitalpreneur akan hadir di kabupaten/kota terpilih. Di antaranya Sulawesi Selatan, Jombang, Rembang, Bogor, Cirebon, Purwakarta, Serang, Situbondo, dan Riau.
Ketua Umum Ponpes Syaichona Moh. Cholil, KH. Muhammad Nasih Aschal menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemenparekraf beserta jajaran yang telah berkenan melaksanakan kegiatan pelatihan Santri Digitalpreneur di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Ponpes Syaichona Moh. Cholil.
"Kami merasa bahwa ternyata ada juga yang melihat potensi-potensi yang ada di pesantren, ternyata santri ini menjadi sorotan, santri ini juga menjadi perhatian. Ini bukan sekadar program pelatihan tapi kegiatan yang bisa memberikan kemanfaatan, kemaslahatan bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moch Cholil, KH. Fachrudin Aschal; dan Ketua MUI Bangkalan, KH. Makki Nasir. Sementara, Menparekraf Sandiaga didampingi Direktur Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf, Iman Santosa.

(ori)