home edukasi & pesantren

Penerimaan dan Penghormatan PM Anwar Ibrahim untuk UAS

Jum'at, 21 Juli 2023 - 01:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Saya tidak ragu sama sekali bahwa posisi hati dan karakter kepribadian UAS akan bergeser hanya karena penerimaan, pelayanan dan penghormatan yang diberikan kepadanya oleh negeri Jiran, Malaysia, baru-baru ini. Konon kabarnya difasilitasi dengan kendaraan kerajaan, private jet, hingga ke helikopter yang biasa dipakai oleh PM Malaysia berkeliling di negara-negara bagian negeri itu.

Tapi mungkin yang lebih terpenting dari semua itu adalah penerimaan langsung dan pemuliaan yang diberikan oleh Yang Mulia Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Beliau sebagaimana pernah menerima ulama-ulama besar dari Mesir dan Yaman, juga menerima langsung seorang Ulama dan dai kondang dari negeri jiran, negeri yang dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar dunia, Indonesia.

Ustadz Abdul Somad kita kenal saat ini tidak saja memiliki kredensial keagamaan seperti ustadz, Kyai, Syeikh, dan lain-lain. Tapi juga memiliki kredensial akademik yang sempurna. Beliau adalah seorang Guru Besar atau Professor dan Doktor dalam bidang ilmu-ilmu agama. Artinya Ustadz Abdul Somad yang biasa disapa UAS itu tidak diragukan lagi kedalam agama dan tingkatan keilmuannya.

Baca juga:UAS Bertemu Anwar Ibrahim, Bahas Dinamika Dakwah dan Isu Agama

Tapi yang lebih dari semua itu adalah penerimaan masyarakat Malaysia yang luar biasa untuk beliau. Di mana-mana beliau memberikan tausiah, jamaah atau masyarakat pastinya membludak dan kadang rela menunggu berjam-jam. Dan dengan semua itu beliau, seperti yang saya sampaikan di awal, tidak akan terpengaruh, jiwa dan hatinya tetap jiwa dan hati UAS yang kita kenal. Beliau seorang hamba Allah yang tawadhu’, rendah hati, down to earth.

Sebenarnya yang ingin saya sampaikan kali ini adalah satu kenyataan yang mungkin tidak banyak orang sadari. Bahwa penerimaan Perdana Menteri Malaysia dan warga Malaysia yang luar biasa itu merupakan tamparan, minimal pembuka mata (eye opener) bagi beberapa kalangan.

Satu, kepada sebuah negara jiran yang mengaku demokrasi, menjunjung pluralitas, menghormati kebebasan beragama, dan sebakul lagi pengakuan. Tapi negara itu justeru pernah mendeportasi Ustadz Abdul Somad jfk saat hanya ingin berlibur bersama keluarganya di negeri itu. Saya melihat penerimaan dan pemuliaan PM Anwar Ibrahim kepada UAS adalah cara beliau menampar negeri jiran Malaysia yang cukup angkuh itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
anwar ibrahim pm malaysia ustadz abdul somad
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya