Hindari Bohong Meski Bercanda, Bisa Tergolong Munafik Tulen
Muhajirin
Senin, 24 Juli 2023 - 12:15 WIB
Hindari berkata bohong meskipun bencanda karena bisa tergolong munafik.
Sebagian ulama mengategorikan dusta atau berbohong sebagai dosa besar, karena saking bahaya. Dusta berarti memberitakan sesuatu berbeda dengan fakta. Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW menggambarkan sikap dusta sebagai perbuatan yang memiliki konsekuensi sangat besar.
Dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, dusta akan mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan akan mengirim ke neraka. Sesungguhnya, jika seseorang selalu berdusta, ia akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (HR Bukhari)
Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat tanda, jika seseorang memiliki tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafika sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: jika diberi amanah, khianat; jika berbicara, dusta; jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; jika berselisih, dia akan berbuat zalim (melampaui batas)." (HR Muslim)
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, ibrah dari dua hadits tersebut adalah kebohongan identik dengan kemunafikan. Sifat utama seorang mukmin adalah jujur dan rendah hati. Sifat utama orang kafir adalah sombong. Sifat utama orang munafik adalah dusta.
"Dalam sejarah, beberapa ulama menyikapiDalam sejarah, beberapa ulama menyikapi akhlak buruk ini dengan keki (sebal). Ke-keki-an itu nampak ketika mereka membahas tentang apakah pendusta diterima taubatnya? Sebagian mengatakan taubatnya diterima, sebagian lainnya mengatakan tidak diterima," kata Ustadz Fauzi dalam kajian Ahlak dan Adab Formula Hati, dikutip Senin (24/7/2023)
Ulama berpendapat taubat pendusta tidak diterima beralasan tidak ada jaminan taubat mereka jujur. Artinya, timbul polemik bahwa jujurnya seorang pendusta tidak bisa dipastikan dusta atau jujur.
"Membuktikan kejujuran pendusta itu bukan perkara sederhana, sehingga daripada membuang waktu untuk hal yang sulit maka lahirlah pendapat kedua seperti yang telah disebutkan di atas," ujar Ustadz Fauzi.
Dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, dusta akan mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan akan mengirim ke neraka. Sesungguhnya, jika seseorang selalu berdusta, ia akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (HR Bukhari)
Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat tanda, jika seseorang memiliki tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafika sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: jika diberi amanah, khianat; jika berbicara, dusta; jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; jika berselisih, dia akan berbuat zalim (melampaui batas)." (HR Muslim)
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, ibrah dari dua hadits tersebut adalah kebohongan identik dengan kemunafikan. Sifat utama seorang mukmin adalah jujur dan rendah hati. Sifat utama orang kafir adalah sombong. Sifat utama orang munafik adalah dusta.
"Dalam sejarah, beberapa ulama menyikapiDalam sejarah, beberapa ulama menyikapi akhlak buruk ini dengan keki (sebal). Ke-keki-an itu nampak ketika mereka membahas tentang apakah pendusta diterima taubatnya? Sebagian mengatakan taubatnya diterima, sebagian lainnya mengatakan tidak diterima," kata Ustadz Fauzi dalam kajian Ahlak dan Adab Formula Hati, dikutip Senin (24/7/2023)
Ulama berpendapat taubat pendusta tidak diterima beralasan tidak ada jaminan taubat mereka jujur. Artinya, timbul polemik bahwa jujurnya seorang pendusta tidak bisa dipastikan dusta atau jujur.
"Membuktikan kejujuran pendusta itu bukan perkara sederhana, sehingga daripada membuang waktu untuk hal yang sulit maka lahirlah pendapat kedua seperti yang telah disebutkan di atas," ujar Ustadz Fauzi.