AS Lancarkan Serangan Udara ke Militan ISIS-K di Kabul
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 30 Agustus 2021 - 08:56 WIB
Ilustrasi serangan udara Foto: Langit7.id/Istock
Amerika Serikat tak tinggal diam setelah terjadi serangan bom bunuh diri di perimetar Bandara Kabul yang menewaskan beberapa personel militernya
Militer negara itu melakukan serangan rudal pada kelompok militan ISIS di Kabul, Afghanistan, pada Ahad (29/8), menurut sejumlah pejabat AS yang minta dirahasiakan identitasnya.
Serangan tersebut membidik terduga ISIS-K, kelompok militan musuh Barat dan Taliban, yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di luar gerbang bandara Kabul pada Kamis (26/8).
Aksi bom bunuh diri itu menewaskan sedikitnya 90 warga Afghanistan dan 13 tentara AS . Serangan terjadi ketika evakuasi besar-besaran dilakukan menyusul pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada 15 Agustus.
Para pejabat mengatakan mereka mengutip informasi awal yang bisa saja berubah.
Tayangan televisi memperlihatkan asap hitam mengepul ke udara, namun belum ada informasi tentang korban.
Dua orang saksi mengatakan ledakan tampaknya disebabkan oleh sebuah roket yang menghantam sebuah rumah di sebuah kawasan di sisi utara bandara, namun belum ada konfirmasi tentang hal itu.
Militer negara itu melakukan serangan rudal pada kelompok militan ISIS di Kabul, Afghanistan, pada Ahad (29/8), menurut sejumlah pejabat AS yang minta dirahasiakan identitasnya.
Serangan tersebut membidik terduga ISIS-K, kelompok militan musuh Barat dan Taliban, yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di luar gerbang bandara Kabul pada Kamis (26/8).
Aksi bom bunuh diri itu menewaskan sedikitnya 90 warga Afghanistan dan 13 tentara AS . Serangan terjadi ketika evakuasi besar-besaran dilakukan menyusul pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada 15 Agustus.
Para pejabat mengatakan mereka mengutip informasi awal yang bisa saja berubah.
Tayangan televisi memperlihatkan asap hitam mengepul ke udara, namun belum ada informasi tentang korban.
Dua orang saksi mengatakan ledakan tampaknya disebabkan oleh sebuah roket yang menghantam sebuah rumah di sebuah kawasan di sisi utara bandara, namun belum ada konfirmasi tentang hal itu.