home edukasi & pesantren

Baznas Dukung Ekosistem Ramah Anak dan Anti-Kekerasan di Pesantren

Jum'at, 04 Agustus 2023 - 11:00 WIB
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Hj Saidah Sakwan MA mendukung pembangunan ekosistem ramah anak dan anti kekerasan di lingkungan pesantren.
Kekerasan dan pelecehan seksual tak hanya terjadi di lembaga pendidikan umum, melainkan juga di pesantren. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Hj Saidah Sakwan MA mendukung pembangunan ekosistem ramah anak dan anti kekerasan di lingkungan pesantren.

“Karena strategisnya posisi pesantren, maka seluruh upaya yang akan menodai risalah diniyah yang kita lakukan harus kita mitigasi, kita kelola dan manajemen resiko untuk bisa membangun ekosistem pesantren yang tidak mentolerir kekerasan dan pelecehan,” katanya saat roadshow pesantren Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK MUI).

“Seluruh pimpinan Baznas sangat setuju dengan upaya-upaya ini”, imbuhnya.

Pada 2021, tercatat 2.363 kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilaporkan. Perempuan menjadi korban kekerasan seksual paling banyak, yaitu 64 persen dan laki-laki berada pada angka 36 persen. Para korban merupakan anak dengan rentan usia 3-17 tahun.

Baca juga:BPSDMP Kemenhub Bertekad Menghapus Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dalam kasus ini, pelaku kekerasan seksual 55,7 persen di antaranya dilakukan tenaga pendidik/guru, kepala sekolah 22,1 psern, pengasuh 11,1 persen, tokoh agam dan pembina asrama 5,6 persen.

“Kekerasan di dunia pendidikan terutama kekerasan seksual sudah tersebar di meluas di 8 provinsi dan 17 kabupaten/kota. Artinya , ini juga harus kita mitigasi, kita cegah, supaya upaya-upaya untuk melakukan kekerasan dan pelecehan seksualdapat kita cegah sedini mungkin,” ungkapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
baznas madrasah ramah anak kekerasan seksual pesantren
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya