home edukasi & pesantren

Lirik Ya Lal Wathan Bermakna Nasionalisme yang Lahir dari Semangat Pesantren

Senin, 07 Agustus 2023 - 11:00 WIB
Lirik syair Syubbanul Wathan atau populer dengan sebutan Ya Lal Wathan yang digubah KH Abdul Wahab Chasbullah mempunyai makna nasionalisme.Foto/Youtube
Lirik syair Syubbanul Wathan atau populer dengan sebutan Ya Lal Wathan yang digubah KH Abdul Wahab Chasbullah mempunyai makna nasionalisme dari semangat kepesantrenan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof H Mohammad Mahfud Mahmodin (MD) mengatakan, lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan setiap acara seremonial di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama sangat terasa 'nyambung' jika dilanjut dengan Ya Lal Wathan. Sebab kedua lagu tersebut merupakan tanda kecintaan kepada tanah air.

"Ya Lal Wathan, Ya Lal Wathan. Hubbul wathan minal iman. Kalau diterjemahkan bebas: aduhai tanah airku, aduhai tanah airku, mencintai tanah air itu bagian dari iman. Itu nasionalisme yang paling tinggi, yang lahir dari semangat kepesantrenan," ujar Mahfud dalam Resepsi Puncak Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (5/8/2023) malam.

Ia menegaskan, nasionalisme bagi warga pesantren bukan termasuk rukun iman. Sebab rukun iman sudah ditetapkan ada enam. Tetapi nasionalisme kepesantrenan itu merupakan bagian dari cabang-cabang iman.

"Karena saya ingin beribadah harus punya tanah air, tanah air ini harus dicintai. Maka disebut Indonesia biladi anta unwanul fakhama: Indonesia negeriku, engkau adalah tanda kehormatanku," terangnya.

"Kemudian kullu man ya'tika yauman thamihan yalqa himama: barangsiapa yang datang mengganggumu akan kusikat habis, kujatuhkan di bawah dulimu," lanjut Mahfud.

Ungkapan semangat nasionalisme melalui syair berbahasa Arab juga terdapat di Aceh. Syair ini muncul pada 1930 atau beberapa tahun setelah momentum Sumpah Pemuda.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nasionalisme pesantren
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya