Gus Muwafiq: Indonesia adalah Negara Paling Sunnah
Tim langit 7
Selasa, 08 Agustus 2023 - 08:00 WIB
Ulama muda NU KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq)
Ulama muda NU, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), menegaskan Indonesia adalah negara paling Sunnah atau mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Namun ajaran nabi itu diturunkan dalam sistem budaya hingga menjadi kebiasaan/keseharian masyarakat.
“Anak sekarang nggak belajar sejarah dan budaya, maka mereka membawa Ikhwanul Muslimin ala Mesir atau HTI ala Timur Tengah ke Indonesia, tapi gagal karena apa yang dibawa itu sebenarnya merupakan produk gagal di negara asalnya,” katanya dalam ‘Ngaji Kebangsaan/Peradaban’ di Ruang Utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), dikutip, Senin (7/8/2023).
Gus Muwafiq menjelaskan HTI dan Ikhwanul Muslimin itu hanya membawa kalimat Tauhid “Lailaha illallah” dalam bentuk bendera.
“Anak-anak yang mau menduplikasi Ikhwanul Muslimin dan HTI ke Indonesia itu merasa paling sunnah atau paling benar, padahal di negara asalnya justru gagal, tapi produk gagal kok dibawa kesini? Faktanya, gagal juga di sini, karena kalimat Tauhid di Indonesia bukan hanya bendera, tapi sudah menjadi dzikir dalam budaya Tahlilan,” katanya.
Baca juga:Lirik Ya Lal Wathan Bermakna Nasionalisme yang Lahir dari Semangat Pesantren
Gus Muwafiq menyampaikan beberapa contoh ajaran Islam yang masuk menjadi sistem budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia.
“Ulama itu mestinya disebut syaikh/syaikhun atau ustadz, tapi di sini disebut kiai, padahal kiai di sini itu juga nama kerbau yakni kiai slamet. Ada juga nama senjata tombak, yakni kiai pleret, jadi grade nama kiai menjadi turun. Ada juga mushalla menjadi langgar, atau shalat menjadi sembahyang,” katanya.
“Anak sekarang nggak belajar sejarah dan budaya, maka mereka membawa Ikhwanul Muslimin ala Mesir atau HTI ala Timur Tengah ke Indonesia, tapi gagal karena apa yang dibawa itu sebenarnya merupakan produk gagal di negara asalnya,” katanya dalam ‘Ngaji Kebangsaan/Peradaban’ di Ruang Utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), dikutip, Senin (7/8/2023).
Gus Muwafiq menjelaskan HTI dan Ikhwanul Muslimin itu hanya membawa kalimat Tauhid “Lailaha illallah” dalam bentuk bendera.
“Anak-anak yang mau menduplikasi Ikhwanul Muslimin dan HTI ke Indonesia itu merasa paling sunnah atau paling benar, padahal di negara asalnya justru gagal, tapi produk gagal kok dibawa kesini? Faktanya, gagal juga di sini, karena kalimat Tauhid di Indonesia bukan hanya bendera, tapi sudah menjadi dzikir dalam budaya Tahlilan,” katanya.
Baca juga:Lirik Ya Lal Wathan Bermakna Nasionalisme yang Lahir dari Semangat Pesantren
Gus Muwafiq menyampaikan beberapa contoh ajaran Islam yang masuk menjadi sistem budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia.
“Ulama itu mestinya disebut syaikh/syaikhun atau ustadz, tapi di sini disebut kiai, padahal kiai di sini itu juga nama kerbau yakni kiai slamet. Ada juga nama senjata tombak, yakni kiai pleret, jadi grade nama kiai menjadi turun. Ada juga mushalla menjadi langgar, atau shalat menjadi sembahyang,” katanya.