Opini
Merdeka dari Jeratan Hutang
Tim langit 7
Kamis, 17 Agustus 2023 - 14:15 WIB
Muhammad Iqbal, Ph.D Psikolog, Assoc Prof Universitas Paramadina
Dalam beberapa bulan belakangan ini marak terjadi kasus-kasus kekerasan dan bunuh diri akibat terliling hutang khususnya pinjaman online.
Tekanan terjadi ketika perusahaan pinjol melakukan “psy war” kepada nasabahnya dengan cara mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau bayar bahkan dengan memberitahu khalayak dan kerabatnya agar ia membayar hutang
Bahkan akibat tekanan pinjol banyak pula masyarakat yang akhirnya melakukan kejahatan dengan menipu, terlibat perjudian, kekerasan bahkan membunuh orang lain demi mendapatkan uang atau bahkan membunuh diri sendiri karena malu tak mampu membayar dan tentu saja fenomena ini bisa merusakan kehidupan keluarga
Menurut data OJK tahun 2023 profesi masyarakat yang paling banyak terjerat pinjol adalah berprofesi sebagai guru sebesar 42%, korban PHK 21%, ibu rumah tangga 18%, karyawan 9%, pedagang 4%, pelajar 3%, tukang pangkas rambut 2%, pengemudi ojek online 1%
Baca juga:Menjaga Marwah Masjid
Secara teori ilmu psikologi dan ekonomi mengkaji faktor yang menyebabkan perilaku gemar berhutang adalah “ the pain of paying”. Seseorang tentu merasa bahagia saat mampu membeli mobil, rumah, handphone terbaru, atau barang-barang yang diidamkan namun konsekuensinya harus menjalani sulitnya membayar. Jadi berhutang demi kebahagaiaan sesaat
Namun, dengan adanya pinjaman dan kesulitan membayar ini secara psikologis berkurang dan seakan menjadi pilihan yang “memudahkan” hal ini karena kepuasan pembelian akan meningkat jika kesan “pain of paying” berkurang (Shin et al., 2020)
Tekanan terjadi ketika perusahaan pinjol melakukan “psy war” kepada nasabahnya dengan cara mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau bayar bahkan dengan memberitahu khalayak dan kerabatnya agar ia membayar hutang
Bahkan akibat tekanan pinjol banyak pula masyarakat yang akhirnya melakukan kejahatan dengan menipu, terlibat perjudian, kekerasan bahkan membunuh orang lain demi mendapatkan uang atau bahkan membunuh diri sendiri karena malu tak mampu membayar dan tentu saja fenomena ini bisa merusakan kehidupan keluarga
Menurut data OJK tahun 2023 profesi masyarakat yang paling banyak terjerat pinjol adalah berprofesi sebagai guru sebesar 42%, korban PHK 21%, ibu rumah tangga 18%, karyawan 9%, pedagang 4%, pelajar 3%, tukang pangkas rambut 2%, pengemudi ojek online 1%
Baca juga:Menjaga Marwah Masjid
Secara teori ilmu psikologi dan ekonomi mengkaji faktor yang menyebabkan perilaku gemar berhutang adalah “ the pain of paying”. Seseorang tentu merasa bahagia saat mampu membeli mobil, rumah, handphone terbaru, atau barang-barang yang diidamkan namun konsekuensinya harus menjalani sulitnya membayar. Jadi berhutang demi kebahagaiaan sesaat
Namun, dengan adanya pinjaman dan kesulitan membayar ini secara psikologis berkurang dan seakan menjadi pilihan yang “memudahkan” hal ini karena kepuasan pembelian akan meningkat jika kesan “pain of paying” berkurang (Shin et al., 2020)