home edukasi & pesantren

Rahasia Sukses Jogokariyan: Didik Anak dan Remaja Jadi Penggerak Masjid

Senin, 30 Agustus 2021 - 18:46 WIB
Himpunan Anak-anak Masjid Jogokariyan saat menggalang dana untuk pengganti Kapal Selam KRI Nanggala 402 (foto: Twitter/Jogokariyan)
Kebanyakan masjid belum menjadi tempat yang ramah anak. Hanya karena anak-anak bermain di masjid, banyak pengurus masjid mengusir anak-anak atau bahkan melarangnya beraktivitas di masjid.

Namun berbeda dengan Masjid Jogokariyan. Masjid yang terkenal berhasil memberdayakan umat ini berhasil menjadikan masjid sebagai tempat yang ramah anak. Bahkan menjadikan anak-anak sebagai penggerak aktivitas masjid.

Baca Juga: Tak Hanya Modal Usaha, Jogokariyan Juga Sebar Beasiswa untuk Warga

Masjid Jogokariyan mulai dibangun pada 22 September 1966. Setahun kemudian, masjid Jogokariyan sudah mengadakan shalat jumat pertama. Pada saat itu, hanya sedikit masyarakat yang mau datang ke masjid. Tidak heran, kondisi Tanah Air pada masa itu masih diwarnai G30S PKI. Masyarakat masih memiliki ketakutan untuk datang ke masjid.

Namun menariknya, pada saat mengadakan shalat jumat pertama, Masjid Jogokariyan hanya diisi kebanyakan oleh anak-anak. Hal itu yang dilihat pengurus masjid sebagai peluang penting.

“Di hari berikutnya, kegiatan intinya pembinaan anak-anak, karena tidak mudah mengajak orang dewasa dan orang tua datang ke masjid, apalagi trauma tragedi politik dirasakan membelah umat dan warga di kampung Jogokariyan,” Terang Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir dalam Webinar Langit7.id, Senin (30/8/2021).

Termasuk Ustadz Jazir sendiri, saat pertama Masjid Jogokariyan berdiri masih berusia remaja. Ia bersama kakaknya, didik Sang Ayah Haji Amin Said untuk aktif menjadi penggerak Masjid Jogokariyan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid jogokariyan ustadz jazir webinar muharram webinar langit7id
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya