Masya Allah! Makin Banyak Muslim Direkrut Jadi Polisi di Amerika Serikat
Muhajirin
Senin, 11 September 2023 - 12:31 WIB
Saat ini, semakin banyak muslim yang bergabung dengan kepolisian di Amerika Serikat, termasuk di North Jersey.
Kiprah umat Islam di Amerika Serikat kian terlihat. Saat ini, semakin banyak muslim yang bergabung dengan kepolisian di Amerika Serikat, termasuk di North Jersey. Hal itu bertujuan untuk mematahkan stereotip dan menunjukkan citra yang mungkin tidak dilihat oleh banyak orang.
Para petugas muslim dalam penegakan hukum bekerja untuk membangun kembali kepercayaan dengan komunitas mereka. Misalnya seorang polisi muslim bernama Ramy Amir. Dia bergabung ke kepolisian setelah pindah ke Amerika Serikat. Dia lalu bergabung dengan kepolisian Paterson pada 2007.
Saat itu dalam sebuah pesta keluarga untuk merayakan kedatangannya dari Mesir, para petugas datang dengan keluhan tentang musik yang terlalu keras.
"Mereka sangat profesional dan sopan. Mereka mengucapkan selamat kepada saya karena telah datang ke Amerika Serikat dan mengatakan untuk menikmati dan bersenang-senang, cukup kecilkan suara musiknya. Ayah saya menutup pintu dan sejak hari itu, saya berkata, 'Saya ingin menjadi seperti mereka," kenang Amir, dikutip NorthJersey, Senin (9/11/2023).
Saat ini, Amir merupakan salah satu dari hampir 30 petugas polisi muslim di departemen Paterson seiring dengan terus bertambahnya jumlah Muslim di seluruh Amerika Serikat, terutama di North Jersey.
Fenomena tersebut juga mengubah pandangan komunitas muslim terhadap kepolisian Amerika Serikat. Awalnya, banyak umat Islam tidak begitu percara kepada kepolisian setempat, karena banyak kasus rasisme. Namun, pandangan tersebut berubah sering banyaknya muslim bergabung jadi anggota polisi.
"Ini berkembang menjadi sesuatu, di mana beberapa anggota komunitas Anda bergabung dan dapat berbagi pengalaman mereka, dan ini menarik lebih banyak orang ke bidang pekerjaan ini," kata Detektif Mudduser Malik dari Kepolisian Negara Bagian New Jersey.
Para petugas muslim dalam penegakan hukum bekerja untuk membangun kembali kepercayaan dengan komunitas mereka. Misalnya seorang polisi muslim bernama Ramy Amir. Dia bergabung ke kepolisian setelah pindah ke Amerika Serikat. Dia lalu bergabung dengan kepolisian Paterson pada 2007.
Saat itu dalam sebuah pesta keluarga untuk merayakan kedatangannya dari Mesir, para petugas datang dengan keluhan tentang musik yang terlalu keras.
"Mereka sangat profesional dan sopan. Mereka mengucapkan selamat kepada saya karena telah datang ke Amerika Serikat dan mengatakan untuk menikmati dan bersenang-senang, cukup kecilkan suara musiknya. Ayah saya menutup pintu dan sejak hari itu, saya berkata, 'Saya ingin menjadi seperti mereka," kenang Amir, dikutip NorthJersey, Senin (9/11/2023).
Saat ini, Amir merupakan salah satu dari hampir 30 petugas polisi muslim di departemen Paterson seiring dengan terus bertambahnya jumlah Muslim di seluruh Amerika Serikat, terutama di North Jersey.
Fenomena tersebut juga mengubah pandangan komunitas muslim terhadap kepolisian Amerika Serikat. Awalnya, banyak umat Islam tidak begitu percara kepada kepolisian setempat, karena banyak kasus rasisme. Namun, pandangan tersebut berubah sering banyaknya muslim bergabung jadi anggota polisi.
"Ini berkembang menjadi sesuatu, di mana beberapa anggota komunitas Anda bergabung dan dapat berbagi pengalaman mereka, dan ini menarik lebih banyak orang ke bidang pekerjaan ini," kata Detektif Mudduser Malik dari Kepolisian Negara Bagian New Jersey.