Tak Cukup Modal Suara dan Lagu, Qari Harus Hayati Makna Alquran
Tim langit 7
Kamis, 14 September 2023 - 09:00 WIB
Qariah Internasional Nyai Hj Maria Ulfa
Menjadi qari-qariah tidak cukup dengan modal suara dan mahir menerapkan lagu. Pelantun ayat-ayat suci Al-Qur’an juga harus memahami isi kandungan ayat tersebut agar lagu yang dibawakan dapat sesuai dengan maknanya.
Hal itu ia sampaikan Qariah Internasional Nyai Hj Maria Ulfa di sela-sela Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Ke-9 dan MTQ Internasional Ke-3 yang digelar oleh Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PP JQHNU) di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (6/9/2023).
Dalam hal ini, ia pernah suatu ketika memohon kepada seorang ulama di Mesir untuk menyimak lantunan ayat sucinya. Saat tiba ayat tentang azab yang pedih, ia melantunkannya dengan cengkok.
Sang ulama tersebut menegurnya dengan berdecak. Ia mengira saking indah suaranya, ternyata bukan. Lantunannya justru dianggap sang ulama itu salah. Pasalnya, ayat tentang azab harusnya dibawa dengan lagu yang sedih.
Baca juga:PWNU Jatim Ingatkan Content Creator Kedepankan Moral dan Nilai Agama
“Biduni zahrafah (tanpa cengkok),” pinta sang ulama kepadanya, “Ketemu ayat siksa itu sedih kan?” lanjutnya meminta persetujuan.
Oleh karena itu, Nyai Maria Ulfah menegaskan bahwa qari qariah itu seharusnya menghayati makna ayat yang dilantunkannya, bukan sekadar lagunya saja. Irama lagu harus disesuaikan dengan kandungan ayatnya.
Hal itu ia sampaikan Qariah Internasional Nyai Hj Maria Ulfa di sela-sela Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Ke-9 dan MTQ Internasional Ke-3 yang digelar oleh Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PP JQHNU) di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (6/9/2023).
Dalam hal ini, ia pernah suatu ketika memohon kepada seorang ulama di Mesir untuk menyimak lantunan ayat sucinya. Saat tiba ayat tentang azab yang pedih, ia melantunkannya dengan cengkok.
Sang ulama tersebut menegurnya dengan berdecak. Ia mengira saking indah suaranya, ternyata bukan. Lantunannya justru dianggap sang ulama itu salah. Pasalnya, ayat tentang azab harusnya dibawa dengan lagu yang sedih.
Baca juga:PWNU Jatim Ingatkan Content Creator Kedepankan Moral dan Nilai Agama
“Biduni zahrafah (tanpa cengkok),” pinta sang ulama kepadanya, “Ketemu ayat siksa itu sedih kan?” lanjutnya meminta persetujuan.
Oleh karena itu, Nyai Maria Ulfah menegaskan bahwa qari qariah itu seharusnya menghayati makna ayat yang dilantunkannya, bukan sekadar lagunya saja. Irama lagu harus disesuaikan dengan kandungan ayatnya.