AI Merambah ke Persoalan Agama, Ormas Islam Perlu Ambil Peran
Tim langit 7
Jum'at, 15 September 2023 - 08:00 WIB
Ilustrasi/Foto:Projectwale
Masyarakat sedang dihadapkan pada perkembangan Artificial Intellegence (AI). Beberapa kalangan, termasuk kalangan Islam telah mengembangkan chatbot berbasis AI yang dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan keagamaan umum.
Chatbot ini dilengkapi dengan basis data yang luas tentang ajaran Islam dan dapat memberikan informasi dan panduan kepada pengguna.
Terkait pemanfaatan AI, kandidat doktor sistem informasi Universitas Diponegoro Mahrus Ali menjelaskan, perkembangan AI juga memiliki sisi negatif seperti penyebaran disinformasi, privasi dan keamanan data, diskriminasi dan bias serta ketergantungan akan teknologi.
"AI dapat digunakan untuk menciptakan dan menyebarkan disinformasi atau berita palsu dengan cepat dan luas, mempengaruhi pandangan dan persepsi publik. Tidak terkecuali masalah agama. Ormas Islam harus memperhatikan hal ini," jelasnya, dikutip dari NU Online, Jumat (15/9/2023).
Baca juga:100 Tahun Gontor, IKPM Malut dan Wali Santri akan Kibarkan Bendera di Bawah Laut
Pria yang juga dosen Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang ini menambahkan, ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) harus mengambil peran dalam kemajuan AI. Karena AI sudah masuk dalam kehidupan umat beragama dan NU memiliki jumlah jamaah yang cukup besar serta latar belakangnya beda-beda.
Mahrus lalu mencontohkan adanya aplikasi pengenalan suara Al-Qur'an. Aplikasi ini menggunakan teknologi pengenalan suara berbasis AI untuk mengidentifikasi dan memvalidasi bacaan Al-Qur'an.
Chatbot ini dilengkapi dengan basis data yang luas tentang ajaran Islam dan dapat memberikan informasi dan panduan kepada pengguna.
Terkait pemanfaatan AI, kandidat doktor sistem informasi Universitas Diponegoro Mahrus Ali menjelaskan, perkembangan AI juga memiliki sisi negatif seperti penyebaran disinformasi, privasi dan keamanan data, diskriminasi dan bias serta ketergantungan akan teknologi.
"AI dapat digunakan untuk menciptakan dan menyebarkan disinformasi atau berita palsu dengan cepat dan luas, mempengaruhi pandangan dan persepsi publik. Tidak terkecuali masalah agama. Ormas Islam harus memperhatikan hal ini," jelasnya, dikutip dari NU Online, Jumat (15/9/2023).
Baca juga:100 Tahun Gontor, IKPM Malut dan Wali Santri akan Kibarkan Bendera di Bawah Laut
Pria yang juga dosen Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang ini menambahkan, ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) harus mengambil peran dalam kemajuan AI. Karena AI sudah masuk dalam kehidupan umat beragama dan NU memiliki jumlah jamaah yang cukup besar serta latar belakangnya beda-beda.
Mahrus lalu mencontohkan adanya aplikasi pengenalan suara Al-Qur'an. Aplikasi ini menggunakan teknologi pengenalan suara berbasis AI untuk mengidentifikasi dan memvalidasi bacaan Al-Qur'an.