Menjadi Wisudawan Tertua di ITS, Irfan: Saya Ketagihan Menuntut Ilmu
Tim langit 7
Ahad, 17 September 2023 - 08:00 WIB
Irfan Eko Sandjaja menjadi wisudawan tertua ITS di usia 58 tahun.Foto/ist
Tidak pernah mati, semangat pendidikan tinggi yang terus membara berhasil membuat Irfan Eko Sandjaja menamatkan studi magister (S2) di Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Irfan yang merupakan wisudawan tertua pada Wisuda ke-128 ITS ini mengaku ketagihan menuntut ilmu.
Irfan yang diwisuda pada usia 58 tahun 2 bulan pada prosesi wisuda hari pertama, Sabtu (16/9), ini mengaku bahwa semangat pendidikan di perguruan tinggi yang dirasakannya bermula saat berkuliah di Fakultas Non Gelar Teknik (FNGT) Teknik Perkapalan ITS pada tahun 1984 silam.
Rasa haus akan ilmu tersebut membuatnya melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di Departemen Teknik Perkapalan ITS pada tahun 1993. Hal serupa juga mendasari dirinya untuk melanjutkan ke jenjang magister. “Semakin banyak ilmu yang didapat, semakin haus rasa ingin tahunya,” ungkap Irfan.
Baca juga:Berusia 20 Tahun, Alumni MAN 1 Malang Ini Jadi Wisudawan Termuda ITS
Di tengah arus globalisasi saat ini, lelaki yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,64 itu merasa bahwa ilmu yang ia miliki harus terus ditingkatkan agar kuat bersaing dengan generasi muda. Oleh karena itu, Irfan termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan terkait teknologi sistem perkapalan, khususnya di laboratorium hidro mengenai ketahanan kapal dan propeler.
Dalam perjalanannya, ayah tiga anak ini mengaku kesulitan mengikuti perkuliahan sembari harus bekerja. Ia dituntut untuk selalu bisa mengatur waktu guna menyelesaikan studinya.
Selain itu, faktor usia juga menjadi penghambat dirinya dalam menjalani pendidikan magister ini. “Akan tetapi, dukungan dari teman dan keluarga menjadi faktor penting untuk tetap berpegang teguh melanjutkan semangat perguruan tinggi,” tegasnya.
Irfan yang diwisuda pada usia 58 tahun 2 bulan pada prosesi wisuda hari pertama, Sabtu (16/9), ini mengaku bahwa semangat pendidikan di perguruan tinggi yang dirasakannya bermula saat berkuliah di Fakultas Non Gelar Teknik (FNGT) Teknik Perkapalan ITS pada tahun 1984 silam.
Rasa haus akan ilmu tersebut membuatnya melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di Departemen Teknik Perkapalan ITS pada tahun 1993. Hal serupa juga mendasari dirinya untuk melanjutkan ke jenjang magister. “Semakin banyak ilmu yang didapat, semakin haus rasa ingin tahunya,” ungkap Irfan.
Baca juga:Berusia 20 Tahun, Alumni MAN 1 Malang Ini Jadi Wisudawan Termuda ITS
Di tengah arus globalisasi saat ini, lelaki yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,64 itu merasa bahwa ilmu yang ia miliki harus terus ditingkatkan agar kuat bersaing dengan generasi muda. Oleh karena itu, Irfan termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan terkait teknologi sistem perkapalan, khususnya di laboratorium hidro mengenai ketahanan kapal dan propeler.
Dalam perjalanannya, ayah tiga anak ini mengaku kesulitan mengikuti perkuliahan sembari harus bekerja. Ia dituntut untuk selalu bisa mengatur waktu guna menyelesaikan studinya.
Selain itu, faktor usia juga menjadi penghambat dirinya dalam menjalani pendidikan magister ini. “Akan tetapi, dukungan dari teman dan keluarga menjadi faktor penting untuk tetap berpegang teguh melanjutkan semangat perguruan tinggi,” tegasnya.