Jokowi Akui Kekuatan Besar NU untuk Songsong Masa Depan
Tim langit 7
Senin, 18 September 2023 - 14:20 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo mengakui kekuatan jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU) yang jumlah anggotanya begitu besar.
"Kekuatan NU ini sangat luar biasa. Jumlah anggotanya sangat banyak, sangat besar. Tersebar di seluruh Tanah Air Indonesia dan bahkan tersebar di berbagai negara," ungkapnya, dalam Pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta, Senin (18/9/2023).
Kekuatan ini perlu dikonsolidasi dan diorganisir dengan baik. "Dan perlu ditingkatkan terus kualitasnya, bukan hanya di bidang sosial, di bidang keagamaan dan di bidang kemanusiaan, tetapi juga bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, di dunia profesional, di dunia kewirausahaan," imbuhnya dikutip dari NU Online.
Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu mengaku setuju dan mendukung apa yang sedang dan akan dilakukan oleh PBNU, yaitu program digitalisasi.
"Digitalisasi bisa masuk sebagai pintu masuknya, untuk mengkonsolidasikan kekuatan NU, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri," harapnya.
Baca juga:Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU akan Dibuka Presiden Jokowi
Selain itu, pria kelahiran 21 Juni 1961 itu menyadari bahwa kondisi warga Nahdliyin di akar rumput perlu didukung. "Pemerintah menyambut baik inisiatif PBNU membentuk GKMNU, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama, yang sangat untuk meningkatkan kualitas negara Indonesia, terutama untuk para Nahdliyin di level grassroot, di level akar rumput," dukungnya.
"Kekuatan NU ini sangat luar biasa. Jumlah anggotanya sangat banyak, sangat besar. Tersebar di seluruh Tanah Air Indonesia dan bahkan tersebar di berbagai negara," ungkapnya, dalam Pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta, Senin (18/9/2023).
Kekuatan ini perlu dikonsolidasi dan diorganisir dengan baik. "Dan perlu ditingkatkan terus kualitasnya, bukan hanya di bidang sosial, di bidang keagamaan dan di bidang kemanusiaan, tetapi juga bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, di dunia profesional, di dunia kewirausahaan," imbuhnya dikutip dari NU Online.
Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu mengaku setuju dan mendukung apa yang sedang dan akan dilakukan oleh PBNU, yaitu program digitalisasi.
"Digitalisasi bisa masuk sebagai pintu masuknya, untuk mengkonsolidasikan kekuatan NU, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri," harapnya.
Baca juga:Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU akan Dibuka Presiden Jokowi
Selain itu, pria kelahiran 21 Juni 1961 itu menyadari bahwa kondisi warga Nahdliyin di akar rumput perlu didukung. "Pemerintah menyambut baik inisiatif PBNU membentuk GKMNU, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama, yang sangat untuk meningkatkan kualitas negara Indonesia, terutama untuk para Nahdliyin di level grassroot, di level akar rumput," dukungnya.