KH Muammar ZA, Qori Internasional yang Suara Merdunya Pukau Peserta Munas Konbes NU
Tim langit 7
Selasa, 19 September 2023 - 05:00 WIB
Qori Internasional KH Muammar ZA saat melantunkan ayat suci Al Quran pada pembukaan Munas Konbes NU 2023 di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap
Nama KH Muammar ZA kembali memecah rindu saat melantunkan ayat suci Al Quran pada pembukaan Munas Konbes NU 2023 di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Jakarta, Senin (18/9/2023).
Qori Internasional yang dikenal sejak 1980 an ini membuat peserta yang hadir tampak seksama mendengarkan lantunan ayat demi ayat Al Qur’an yang dibawakan KH. Muammar ZA.
Kehadirannya berhasil melepas kerinduan banyak orang akan suara merdunya. Muammad ZA dikenal sebagai “jawaranya” qari nasional dan internasional.
Baca juga:Jokowi Harap Kontribusi Diaspora NU untuk Masyarakat Akar Rumput
Lelaki kelahiran dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah, ini pelopor seni mengaji dengan berduet dan membaca saritilawah.
Di era 80-an dan 90-an itu suara merdunya lazim menghias banyak masjid-masjid di Indonesia sebelum Magrib, menjelang Subuh, atau menjelang shalat Jum’at, lewat kaset yang diputar via taperecorder.
Kaset-kaset yang meledak juga diputar dalam acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi. Lelaki kelahiran 14 Juni 1954 itu kebanjiran undangan untuk mengaji di acara-acara pengajian di kota-kota hingga ke kampung-kampung pelosok di Tanah Air.
Qori Internasional yang dikenal sejak 1980 an ini membuat peserta yang hadir tampak seksama mendengarkan lantunan ayat demi ayat Al Qur’an yang dibawakan KH. Muammar ZA.
Kehadirannya berhasil melepas kerinduan banyak orang akan suara merdunya. Muammad ZA dikenal sebagai “jawaranya” qari nasional dan internasional.
Baca juga:Jokowi Harap Kontribusi Diaspora NU untuk Masyarakat Akar Rumput
Lelaki kelahiran dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah, ini pelopor seni mengaji dengan berduet dan membaca saritilawah.
Di era 80-an dan 90-an itu suara merdunya lazim menghias banyak masjid-masjid di Indonesia sebelum Magrib, menjelang Subuh, atau menjelang shalat Jum’at, lewat kaset yang diputar via taperecorder.
Kaset-kaset yang meledak juga diputar dalam acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi. Lelaki kelahiran 14 Juni 1954 itu kebanjiran undangan untuk mengaji di acara-acara pengajian di kota-kota hingga ke kampung-kampung pelosok di Tanah Air.