Bukti Doa Bisa Jadi Alat Penyembuh Bagi Orang Sakit
Muhajirin
Selasa, 19 September 2023 - 15:00 WIB
ilustrasi
Rasulullah SAW memotivasi orang yang sakit untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT. Itu karena kesembuhan berasal dari-Nya. Lalu, apakah doa benar-benar bisa menyembuhkan.
Larry Dossey dalam bukunya "The Healing Words" telah mendokumentasikan efek penyembuhan dari doa. Mengutip salah satu contoh dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Byrd di Rumah Sakit Umum San Francisco pada tahun 1988, 393 pasien jantung yang sakit kritis yang dirawat di unit perawatan intensif selama 10 bulan dibagi menjadi dua kelompok.
Pasien yang dikategorikan ke dalam kelompok (A) didoakan dengan nama mereka sampai meninggalkan rumah sakit. Mereka yang berada dalam kelompok (B) tidak didoakan. Mereka yang mendoakan tidak diberitahu bagaimana cara mendoakan. Hasilnya sangat menarik.
Mereka yang didoakan meninggalkan rumah sakit lebih awal, memiliki insiden serangan jantung yang lebih rendah, insiden gagal jantung kongestif 2-1/2 kali lebih sedikit, dan membutuhkan 1/5 lebih sedikit antibiotik.
Baca juga:Shalat, Healing Terbaik dalam Islam
Tim peneliti juga mengamati, doa yang dikombinasikan dengan perawatan yang penuh kasih akan bekerja lebih baik lagi. Pria yang memiliki angina pektoris dan istri yang penuh kasih dan perhatian, melaporkan penurunan angina sebesar 50% dibandingkan pria yang masih lajang atau bercerai.
“Doa bekerja untuk kita bahkan ketika kita sedang tidur. Nabi Muhammad menyarankan kita untuk membaca doa dari Al Qur'an (Surat Al Ikhlas, Al Falaq, Annas dan/atau ayat terakhir Al Baqarah (2:286) sebelum tidur,” kata Ketua Asosiasi Medis Islam Amerika Utara dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Islam (IAS),” Shahid Athar, melalui laman About Islam, dikutip Selasa (19/9/2023).
Larry Dossey dalam bukunya "The Healing Words" telah mendokumentasikan efek penyembuhan dari doa. Mengutip salah satu contoh dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Byrd di Rumah Sakit Umum San Francisco pada tahun 1988, 393 pasien jantung yang sakit kritis yang dirawat di unit perawatan intensif selama 10 bulan dibagi menjadi dua kelompok.
Pasien yang dikategorikan ke dalam kelompok (A) didoakan dengan nama mereka sampai meninggalkan rumah sakit. Mereka yang berada dalam kelompok (B) tidak didoakan. Mereka yang mendoakan tidak diberitahu bagaimana cara mendoakan. Hasilnya sangat menarik.
Mereka yang didoakan meninggalkan rumah sakit lebih awal, memiliki insiden serangan jantung yang lebih rendah, insiden gagal jantung kongestif 2-1/2 kali lebih sedikit, dan membutuhkan 1/5 lebih sedikit antibiotik.
Baca juga:Shalat, Healing Terbaik dalam Islam
Tim peneliti juga mengamati, doa yang dikombinasikan dengan perawatan yang penuh kasih akan bekerja lebih baik lagi. Pria yang memiliki angina pektoris dan istri yang penuh kasih dan perhatian, melaporkan penurunan angina sebesar 50% dibandingkan pria yang masih lajang atau bercerai.
“Doa bekerja untuk kita bahkan ketika kita sedang tidur. Nabi Muhammad menyarankan kita untuk membaca doa dari Al Qur'an (Surat Al Ikhlas, Al Falaq, Annas dan/atau ayat terakhir Al Baqarah (2:286) sebelum tidur,” kata Ketua Asosiasi Medis Islam Amerika Utara dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Islam (IAS),” Shahid Athar, melalui laman About Islam, dikutip Selasa (19/9/2023).