Cholil Nafis Ajak Dai Beri Pendidikan Politik pada Umat
Tim langit 7
Kamis, 21 September 2023 - 18:30 WIB
KH Cholil Nafis mengajak dai memberikan edukasi politik kepada umat.
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH M Cholil Nafis menyerukan kepada dai untuk memberikan pendidikan politik kepada umat. Ajakan ini penting menyambut pemilu 2024 yang tinggal beberapa bulan lagi.
Kiai Cholil menyerukan itu saat memberi sambutan Halaqah Dakwah bertema "Urgensi Peran Dai dan DKM Masjid dalam Menjaga Ukhuwah di Tahun Politik", Kamis (21/9/2023) di Kantor Walikota Jakarta Barat. Hadir 100 dai daiyah dan DKM Masjid se Jakarta Barat.
"Gelaran Pemilu 2024 sudah semakin dekat, situasi politik pun mulai memanas. Wajar saja karena perhelatan politik di Februari tahun 2024 akan di gelar untuk memilih presiden, calon Presiden dan anggota legislatif. Tentu semua pihak berharap sungguhpun tensi politik meninggi tidak diiringi situasi yang menegangkan di tengah-tengah masyarakat," katanya.
Baca juga:Wujudkan Pemilu 2024 Damai, Menteri Kominfo Ajak Ciptakan Ruang Digital Sehat
Kiai Cholil menegaskan pentingnya pendidikan politik kepada umat agar gelaran politik ini tidak menyebabkan ketegangan di tengah masyarakat.
"Para dai hendaknya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar dalam menyikapi perbedaan pilihan politik tidak dibawa ke ranah perselisihan," serunya.
Dia mengungkapkan, perbedaan pilihan politik adalah wajar karena masing-masing orang mempunyai pertimbangan yanh berbeda-beda, itu sah-sah saja. Bahkan kalau pilihan politik itu atas dasar kesamaan agama, suku atau faktor lainnya boleh saja, selama tidak mengkampanyekan kebencian kepada oramg yamg tidak sama pilihan politiknya.
Kiai Cholil menyerukan itu saat memberi sambutan Halaqah Dakwah bertema "Urgensi Peran Dai dan DKM Masjid dalam Menjaga Ukhuwah di Tahun Politik", Kamis (21/9/2023) di Kantor Walikota Jakarta Barat. Hadir 100 dai daiyah dan DKM Masjid se Jakarta Barat.
"Gelaran Pemilu 2024 sudah semakin dekat, situasi politik pun mulai memanas. Wajar saja karena perhelatan politik di Februari tahun 2024 akan di gelar untuk memilih presiden, calon Presiden dan anggota legislatif. Tentu semua pihak berharap sungguhpun tensi politik meninggi tidak diiringi situasi yang menegangkan di tengah-tengah masyarakat," katanya.
Baca juga:Wujudkan Pemilu 2024 Damai, Menteri Kominfo Ajak Ciptakan Ruang Digital Sehat
Kiai Cholil menegaskan pentingnya pendidikan politik kepada umat agar gelaran politik ini tidak menyebabkan ketegangan di tengah masyarakat.
"Para dai hendaknya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar dalam menyikapi perbedaan pilihan politik tidak dibawa ke ranah perselisihan," serunya.
Dia mengungkapkan, perbedaan pilihan politik adalah wajar karena masing-masing orang mempunyai pertimbangan yanh berbeda-beda, itu sah-sah saja. Bahkan kalau pilihan politik itu atas dasar kesamaan agama, suku atau faktor lainnya boleh saja, selama tidak mengkampanyekan kebencian kepada oramg yamg tidak sama pilihan politiknya.