3 Cara Mendidik Anak Sesuai Ajaran Rasulullah
Tim langit 7
Ahad, 24 September 2023 - 08:00 WIB
ilustrasi
Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz menyebut ada 3 parenting sunnah (mendidik anak) yang diajarkan dan dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Pertama, Nabi Muhammad tidak pernah yang meninggikan suara kepada anak, bahkan kepada siapapun. Nabi Muhammad selalu bertutur kata dengan lembut kepada anak karena berdasarkan penelitian, ketika seorang anak mendengarkan suara yang keras dari orang tuanya, maka bisa merusak struktur otaknya.
“Perilaku Nabi ataupun sunnah itu sangat luar biasa sekali hikmahnya. Jadi hanya sekedar meninggikan suara saja itu mampu memberikan efek buruk kepada anak maka Nabi di sini mencontohkan beliau tidak pernah meninggikan suara kepada anak-anaknya,” jelasnya dalam tayangan video di Kanal Youtube NU Online, Sabtu (23/9/2023).
Baca juga:Kisah Ahmad Yudianto, Guru Besar Unair yang 18 Tahun Jadi Dokter Forensik
Kedua, ketika Nabi muhammad mendidik para sahabat, ia tidak melakukannya setiap saat. Nabi juga terkadang berinteraksi seperti biasa dengan para sahabatnya dengan tidak selalu menasihati, tidak selalu memberi tahu, dan tidak selalu melarang.
"Tetapi beliau mengambil waktu-waktu yang tepat dalam memberikan nasihat kepada para sahabatnya," ungkapnya. Pola ini bisa diterapkan dalam ilmu parenting yakni tidak selalu menasihati terlebih menghardik anak.
"Nasihat itu baik, nasihat itu perlu, nasihat itu wajib, tetapi tidak dilakukan setiap saat," imbuhnya.
Pertama, Nabi Muhammad tidak pernah yang meninggikan suara kepada anak, bahkan kepada siapapun. Nabi Muhammad selalu bertutur kata dengan lembut kepada anak karena berdasarkan penelitian, ketika seorang anak mendengarkan suara yang keras dari orang tuanya, maka bisa merusak struktur otaknya.
“Perilaku Nabi ataupun sunnah itu sangat luar biasa sekali hikmahnya. Jadi hanya sekedar meninggikan suara saja itu mampu memberikan efek buruk kepada anak maka Nabi di sini mencontohkan beliau tidak pernah meninggikan suara kepada anak-anaknya,” jelasnya dalam tayangan video di Kanal Youtube NU Online, Sabtu (23/9/2023).
Baca juga:Kisah Ahmad Yudianto, Guru Besar Unair yang 18 Tahun Jadi Dokter Forensik
Kedua, ketika Nabi muhammad mendidik para sahabat, ia tidak melakukannya setiap saat. Nabi juga terkadang berinteraksi seperti biasa dengan para sahabatnya dengan tidak selalu menasihati, tidak selalu memberi tahu, dan tidak selalu melarang.
"Tetapi beliau mengambil waktu-waktu yang tepat dalam memberikan nasihat kepada para sahabatnya," ungkapnya. Pola ini bisa diterapkan dalam ilmu parenting yakni tidak selalu menasihati terlebih menghardik anak.
"Nasihat itu baik, nasihat itu perlu, nasihat itu wajib, tetapi tidak dilakukan setiap saat," imbuhnya.