Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kisah Ahmad Yudianto, Guru Besar Unair yang 18 Tahun Jadi Dokter Forensik

tim langit 7 Sabtu, 23 September 2023 - 08:00 WIB
Kisah Ahmad Yudianto, Guru Besar Unair yang 18 Tahun Jadi Dokter Forensik
Prof Dr dr Ahmad Yudianto SpFM(K) SH MKes, guru besar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran (FK) Unair yang telah mengabdi selama 18 tahun
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Prof Dr dr Ahmad Yudianto SpFM(K) SH MKes, sosok Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) yang telah mengabdi selama 18 tahun. Ia malang melintang di berbagai kasus yang membutuhkan peran dokter forensik di dalamnya.

Prof Yudi memulai karir sebagai dokter pada 1997. Lampung menjadi tempat pertamanya mengabdi saat itu. Setelah tiga tahun berlalu, takdir membawa Prof Yudi kembali ke Surabaya pada tahun 2000.

Pada saat itu Prof Yudi tidak memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan sebagai dokter forensik. “Waktu itu saya tidak memiliki rencana untuk sekolah lagi, posisi saat itu belum jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga,” katanya.

Lalu pada akhirnya Prof Yudi memilih spesialisasi tersebut dengan alasan masih ingin menjalankan praktik. “Saat itu saya berpikir spesialisasi apa yang praktiknya tidak dibatasi. Akhirnya saya memilih dokter forensik,” tuturnya. Prof Yudi resmi melanjutkan pendidikannya pada 2001 dan menjalankan tugas pada 2005.

Baca juga:Unair Bangun Plaza Airlangga, Ada Pusat Bisnis hingga Layanan Kesehatan

Yudi bercerita dahulu saat ia masih menjadi dokter muda, Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal hanya berfokus untuk mengidentifikasi jenazah. Namun saat ini Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal mengalami perkembangan. Ia mengatakan bahwa Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal merupakan ilmu yang membantu aparat untuk menegakkan hukum di Indonesia.

“Dulu Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal hanya mengurusi jenazah tapi sekarang tidak. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal mengalami perkembangan yang cepat,” tuturnya.

Seorang dokter forensik tidak hanya mampu mengidentifikasi sosok manusia yang telah kehilangan nyawa, Tapi mereka juga bisa membantu untuk mengungkap peristiwa penganiayaan dan sejenisnya.

“Ilmu mulai mengalami perkembangan, jadi dokter forensik tidak hanya mengurusi jenazah yang masuk ke dalam patologi forensik. Sekarang sudah ada juga yang namanya Divisi Odontologi Forensik yang memeriksa DNA. Jadi lingkupnya makin luas,” jelasnya.

Ilmu ini kian menjadi perhatian para dokter umum untuk melanjutkan pendidikan pada Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. “Sekarang sudah banyak PPDS yang mengambil Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Dulu setiap tahun hanya satu orang. Tapi sekarang dalam setahun bisa enam hingga tujuh orang,” terang Prof Yudi.

18 tahun berkecimpung di dunia kedokteran forensik ternyata memberikan pengalaman yang berkesan bagi Prof Yudi. “Menurut saya semua kasus yang saya tangani memberikan pengalaman yang menarik. Senang rasanya apabila saya melakukan sebuah pekerjaan dan bisa membantu penyidik mengungkap tindak pidana,” ujar Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Unair tersebut.

Memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai seorang dokter forensik menjadikan Prof Yudi dipercaya untuk menjadi konsultan pada autopsi ulang kasus Brigadir J. Ia juga berperan dalam mengungkap kasus jenazah mutilasi yang ditemukan di Kenjeran, Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut Prof Yudi, tidak ada kriteria khusus bagi seseorang yang ingin melanjutkan karir sebagai dokter forensik. Hanya saja ia berpesan kepada para dokter untuk memahami ilmu hukum karena hal tersebut akan membantu mereka dalam menjalankan tugas.

“Persiapan untuk masuk Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal sama saja dengan spesialis yang lain. Bedanya ilmu ini sedikit banyak harus bisa belajar hukum pidana karena akan membantu dalam menjalankan tugas,” tutupnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)