Nabi Muhammad Guru Toleransi
Muhajirin
Selasa, 26 September 2023 - 13:00 WIB
Nabi Muhammad Guru Toleransi
Allah SWT menganugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW karakter terbaik, salah satunya toleransi yang luar biasa yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dia lalu mengajarkan hal tersebut kepada umatnya.
Ada beberapa contoh toleransi yang diperlihatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di Mekkah misalnya. Selama 13 tahun pertama kehidupannya di Makkah, beliau dan para sahabat banyak menghadapi banyak penganiayaan. Umat Islam pada saat itu tidak bisa melakukan perlawanan, karena tidak memiliki kekuatan militer.
Ketika kafir Quraisy meningkatkan penganiayaan, para sahabat meminta Nabi Muhammad SAW mendoakan kejelekan kepada mereka. Mendengar hal ini, Nabi Muhammad menjawab, “Aku tidak diutus untuk melaknat manusia, melainkan untuk menjadi berkat bagi mereka." ( HR Muslim)
Musuh Islam terus memperlakukan beliau dan para sahabat secara tidak adil dan kejam. Namun, beliau tetap mendoakan yang terbaik. Beliau pernah memutuskan untuk mengunjungi desa Ta'if, di sebelah timur Mekah, untuk mengajak penduduknya memeluk Islam. Orang-orang menolaknya, melemparinya dengan batu, mengusirnya, dan membuatnya berdarah-darah. Malaikat Jibril datang kepadanya dan berkata:
"Allah telah mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orangmu kepadamu dan bagaimana mereka menolakmu. Dia telah memerintahkan malaikat-malaikat di gunung-gunung untuk mematuhi apa pun yang engkau perintahkan kepada mereka."
Baca juga:4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW
Malaikat gunung memanggilnya, memberi salam dan berkata, "Suruhlah aku melakukan apa yang engkau kehendaki. Jika engkau menghendaki, aku akan menghancurkan mereka di antara dua gunung di Makkah."
Ada beberapa contoh toleransi yang diperlihatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di Mekkah misalnya. Selama 13 tahun pertama kehidupannya di Makkah, beliau dan para sahabat banyak menghadapi banyak penganiayaan. Umat Islam pada saat itu tidak bisa melakukan perlawanan, karena tidak memiliki kekuatan militer.
Ketika kafir Quraisy meningkatkan penganiayaan, para sahabat meminta Nabi Muhammad SAW mendoakan kejelekan kepada mereka. Mendengar hal ini, Nabi Muhammad menjawab, “Aku tidak diutus untuk melaknat manusia, melainkan untuk menjadi berkat bagi mereka." ( HR Muslim)
Musuh Islam terus memperlakukan beliau dan para sahabat secara tidak adil dan kejam. Namun, beliau tetap mendoakan yang terbaik. Beliau pernah memutuskan untuk mengunjungi desa Ta'if, di sebelah timur Mekah, untuk mengajak penduduknya memeluk Islam. Orang-orang menolaknya, melemparinya dengan batu, mengusirnya, dan membuatnya berdarah-darah. Malaikat Jibril datang kepadanya dan berkata:
"Allah telah mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orangmu kepadamu dan bagaimana mereka menolakmu. Dia telah memerintahkan malaikat-malaikat di gunung-gunung untuk mematuhi apa pun yang engkau perintahkan kepada mereka."
Baca juga:4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW
Malaikat gunung memanggilnya, memberi salam dan berkata, "Suruhlah aku melakukan apa yang engkau kehendaki. Jika engkau menghendaki, aku akan menghancurkan mereka di antara dua gunung di Makkah."