Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home masjid detail berita

4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW

Muhajirin Kamis, 21 September 2023 - 18:00 WIB
4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kecintaan kepada Rasulullah SAW merupakan salah satu aspek penting dalam mengamalkan ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam, dan mengembangkan rasa cinta kepadanya adalah tugas yang penting.

Pemgasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Pro Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menguraikan empat cara menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW:

1. Biasakan Diri dengan Sunnah Nabi SAW
Salah satu cara yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi adalah Muhammad SAW dengan membiasakan diri dengan sunnah. Buya Yahya menekankan pentingnya memandang Nabi Muhammad dengan hati ketika mengikuti sunnahnya.

“Artinya hendaknya kita menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih khidmat dan bersungguh-sungguh, mengingat Rasulullah dalam setiap tindakan yang kita lakukan, seperti makan, tidur, berpakaian, dan lain-lain,” kata Buya Yahya dalam ceramahnya yang disiarkan secara daring, Kamis (21/9/2023).

Baca juga:Kunjungi Masjid Mohammed bin Zayed di Surakarta, Jokowi Terima Mushaf Al-Quran

2. Shalawat kepada Rasulullah
Salah satu amalan yang paling dianjurkan dalam Islam adalah berdoa kepada Rasulullah. Shalawat merupakan wujud doa dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Buya Yahya mengingatkan agar membiasakan membaca shalawat dengan khusyuk, tidak hanya menghitung berapa kali membacanya.

“Shalawat yang dipanjatkan dengan penuh ketaqwaan akan mengundang rahmat Allah kepada kita, dan ini merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Rasulullah,” ujar Buya Yahya.

3. Membaca Sejarah Nabi Muhammad SAW
Membaca sejarah Nabi Muhammad SAW merupakan langkah selanjutnya dalam mengembangkan rasa cinta terhadap beliau. Dengan memahami kehidupan, perilaku, dan tindakannya, kita akan semakin dekat dengannya.

Buya Yahya menyarankan agar kita membaca sejarah Nabi dengan sungguh-sungguh dan tidak sekadar membaca rangkuman atau maulid saja. Sejarah Nabi Muhammad merupakan sumber inspirasi dan pengetahuan yang sangat berharga bagi umat Islam.

“Kita juga harus berhati-hati dalam memilih kitab sejarah nabi yang akan kita baca,” tutur Buya Yahya.

4. Menyadari Hikmah untuk Umat Nabi
Buya Yahya mengajak umat Islam untuk memahami hakikat peran dan tanggung jawab setiap muslim sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Umat Islam harus memiliki kesadaran yang mendalam bahwa setiap individu di masyarakat mempunyai hubungan spiritual yang erat dengan Nabi Muhammad SAW.

“Tidak hanya sebagai pemimpin dalam sejarah, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kita umat Nabi Muhammad SAW, dan dengan kesadaran tersebut, kita mempunyai kewajiban suci untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang diajarkannya,” ungkap Buya Yahya.

Dia mengingatkan, mengabdi kepada umat merupakan wujud nyata kecintaan dan kasih sayang kepada Rasulullah. Dalam pengabdian ini, umat Islam bisa membantu sesama untuk mengenal Nabi Muhammad SAW dan ajarannya, membantu perjalanan spiritualnya, dan pada akhirnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kita dapat menjadi bagian dalam upaya agar ajaran Rasulullah tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW serta mendekatkan diri kepada Allah,” ungkap Buya Yahya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)