Zakat Goes to Campus UGM Bahas Kontribusi Zakat Wujudkan SDGs di DIY
Muhajirin
Kamis, 28 September 2023 - 16:00 WIB
Pengurus Forum Zakat Nasional, Galeh Pujonegoro
Gelaran Zakat goes to Campus di Masjid Kampus UGM membahas kontribusi zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) di Daeah Istimewa Yogyakarta.
Pengurus Forum Zakat Nasional, Galeh Pujonegoro, mengatakan, zakat memainkan peran yang signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs di DIY, membantu masyarakat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan secara holistik.
"Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang peran sebagai pusat pendidikan, seni, dan pariwisata, yang mana memiliki pangsa penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Namun, dengan kekayaan ini juga datang berbagai tantangan, seperti kemiskinan, akses terbatas terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta isu-isu lingkungan yang mendesak," ungkap Galeh kepada Langit7.id, Kamis (28/9/2023).
Hal tersebut memerlukan dukungan dari semua pihak dan kerja kolaboratif baik antar lembaga anggota Forum Zakat maupun stakeholder terkait seperti mahasiswa, akademisi, media, pemerintah, dan lainnya.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Nurhuda, mengatakan, forum ini sangat berbanding lurus dengan program kemenag.
"Terima kasih, atas penyelenggaraan acara ini. Kami berharap dapat memberikan motivasi dan masukan dalam pengelolaan zakat," kata dia dalam sambutannya.
Sementara, Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Budi Cahyana memaparkan, PR yang besar di DIY yaitu kemiskinan dan ketimpangan. Dia berharapa masalah tersebut bisa diselesaikan melalui dana zakat.
Pengurus Forum Zakat Nasional, Galeh Pujonegoro, mengatakan, zakat memainkan peran yang signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs di DIY, membantu masyarakat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan secara holistik.
"Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang peran sebagai pusat pendidikan, seni, dan pariwisata, yang mana memiliki pangsa penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Namun, dengan kekayaan ini juga datang berbagai tantangan, seperti kemiskinan, akses terbatas terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta isu-isu lingkungan yang mendesak," ungkap Galeh kepada Langit7.id, Kamis (28/9/2023).
Hal tersebut memerlukan dukungan dari semua pihak dan kerja kolaboratif baik antar lembaga anggota Forum Zakat maupun stakeholder terkait seperti mahasiswa, akademisi, media, pemerintah, dan lainnya.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Nurhuda, mengatakan, forum ini sangat berbanding lurus dengan program kemenag.
"Terima kasih, atas penyelenggaraan acara ini. Kami berharap dapat memberikan motivasi dan masukan dalam pengelolaan zakat," kata dia dalam sambutannya.
Sementara, Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Budi Cahyana memaparkan, PR yang besar di DIY yaitu kemiskinan dan ketimpangan. Dia berharapa masalah tersebut bisa diselesaikan melalui dana zakat.