Orang Tua Diminta Awasi Aplikasi Digital Anak
Muhajirin
Selasa, 10 Oktober 2023 - 13:00 WIB
ilustrasi
Interaksi sosial di dunia siber bisa berdampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dampak itu dalam hal akses materi pembelajaran dan literasi digital serta pembentukan identitas dan koneksi sosial.
Akan tetapi, terdapat pula ancaman bagi anak seperti peluang menjadi korban iklan, spam, pelacakan informasi pribadi, terlibat pengunduhan materi ilegal, dan kemungkinan terpapar konten pornografi dan perundungan siber. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran sangat penting dalam melakukan pemantauan aktivitas digital anak.
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Annissa Reginasari, melakukan riset tentang pemodelan pemantauan orang tua pada aktivitas digital anak. Riset itu melibatkan 433 orang responden selaku perwakilan orang tua berusia di atas 36 tahun tinggal di Yogyakarta dan Riau.
Baca juga:Bagaimana Didik Anak dengan Menyenangkan? Pakar Parenting: Mulai dari Ibu
Penelitian ini menyebutkan, faktor kedekatan memainkan peran penting untuk mendukung penerapan pemantauan orang tua pada aktivitas digital anak. Selain itu, orang tua harus berusaha membangun kedekatan dengan anak.
“Orang tua perlu mengurangi intensitas dan durasi anak menggunakan gawai tersambung internet dan mengalihkan perhatian kepada optimalisasi fungsi pengasuhan,” kata Annisa dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Psikologi UGM, dikutip laman UGM, Selasa (10/10/2023).
Menurut Annisa, kemampuan membangun kedekatan dengan anak akan membantu orang tua untuk mendapatkan informasi sukarela dari anak. Informasi itu mengenai kegiatan anak sehari-hari, termasuk aktivitas anak di dunia digital.
Akan tetapi, terdapat pula ancaman bagi anak seperti peluang menjadi korban iklan, spam, pelacakan informasi pribadi, terlibat pengunduhan materi ilegal, dan kemungkinan terpapar konten pornografi dan perundungan siber. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran sangat penting dalam melakukan pemantauan aktivitas digital anak.
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Annissa Reginasari, melakukan riset tentang pemodelan pemantauan orang tua pada aktivitas digital anak. Riset itu melibatkan 433 orang responden selaku perwakilan orang tua berusia di atas 36 tahun tinggal di Yogyakarta dan Riau.
Baca juga:Bagaimana Didik Anak dengan Menyenangkan? Pakar Parenting: Mulai dari Ibu
Penelitian ini menyebutkan, faktor kedekatan memainkan peran penting untuk mendukung penerapan pemantauan orang tua pada aktivitas digital anak. Selain itu, orang tua harus berusaha membangun kedekatan dengan anak.
“Orang tua perlu mengurangi intensitas dan durasi anak menggunakan gawai tersambung internet dan mengalihkan perhatian kepada optimalisasi fungsi pengasuhan,” kata Annisa dalam ujian terbuka promosi doktor di Fakultas Psikologi UGM, dikutip laman UGM, Selasa (10/10/2023).
Menurut Annisa, kemampuan membangun kedekatan dengan anak akan membantu orang tua untuk mendapatkan informasi sukarela dari anak. Informasi itu mengenai kegiatan anak sehari-hari, termasuk aktivitas anak di dunia digital.