Harapan di Masa-Masa Sulit, Inspirasi dari Kehidupan Nabi Muhammad SAW
Muhajirin
Selasa, 17 Oktober 2023 - 11:00 WIB
Warga Gaza menolak meninggalkan rumah dan lingkungan mereka.
Keadaan seorang mukmin harus selalu berada di antara rasa takut (khauf) dan harapan (raja’). Seperti halnya seekor burung yang menggunakan kedua sayapnya untuk terbang ke tempat tujuan. Dua sayap seorang mukmin adalah rasa takut dan harapan, dan tujuannya adalah surga.
Tidak diragukan lagi bahwa kehidupan penuh dengan kesulitan. Cara yang tepat untuk mengatasi kesulita itu harus dilakukan sesuai dengan cara Nabi Muhammad SAW. Saat ini umat Islam di seluruh dunia menderita bahkan banyak kehilangan nyawa seperti yang terjadi di Palestina.
Panutan terbaik dalam menghadapi masa-masa sulit itu adalah meniru Rasulullah SAW. Sebelum Nabi Muhammad dilahirkan, ayahnya meninggal dunia. Ketika beliau masih berusia enam tahun, ibunya juga meninggal dunia. Beliau hanya memiliki kakek yang sangat menyayanginya.
Namun sayangnya, beliau juga meninggal dunia tak lama kemudian, ketika Nabi Muhammad berusia depalan tahun. Setelah itu, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Dari semua kesulitan yang bisa dialami seorang anak, beliau telah melalui semua.
Baca juga:Sains Buktikan Kebenaran Al-Quran Lewat Burung Gagak
Kesabaran dan Keikhlasan Nabi
Ummu Muadh, seorang penulis di About Islam, mengatakan, ketika Muhammad diutus sebagai nabi dan rasul, beliau menghadapi banyak sekali kesulitan yang berat. Pertama, beliau menjadi orang yang dibuang oleh kaumnya. Orang-orang yang dulu memuji kini menjauhinya.
Tidak diragukan lagi bahwa kehidupan penuh dengan kesulitan. Cara yang tepat untuk mengatasi kesulita itu harus dilakukan sesuai dengan cara Nabi Muhammad SAW. Saat ini umat Islam di seluruh dunia menderita bahkan banyak kehilangan nyawa seperti yang terjadi di Palestina.
Panutan terbaik dalam menghadapi masa-masa sulit itu adalah meniru Rasulullah SAW. Sebelum Nabi Muhammad dilahirkan, ayahnya meninggal dunia. Ketika beliau masih berusia enam tahun, ibunya juga meninggal dunia. Beliau hanya memiliki kakek yang sangat menyayanginya.
Namun sayangnya, beliau juga meninggal dunia tak lama kemudian, ketika Nabi Muhammad berusia depalan tahun. Setelah itu, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Dari semua kesulitan yang bisa dialami seorang anak, beliau telah melalui semua.
Baca juga:Sains Buktikan Kebenaran Al-Quran Lewat Burung Gagak
Kesabaran dan Keikhlasan Nabi
Ummu Muadh, seorang penulis di About Islam, mengatakan, ketika Muhammad diutus sebagai nabi dan rasul, beliau menghadapi banyak sekali kesulitan yang berat. Pertama, beliau menjadi orang yang dibuang oleh kaumnya. Orang-orang yang dulu memuji kini menjauhinya.