Kesabaran Prof Mahfud Berbuah Manis
Tim langit 7
Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:08 WIB
Prof Mahfud MD dipilih PDIP menjadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo.Foto/ist
Keputusan PDIP memilih Prof DR Mahfud MD menjadi cawapres Ganjar Pranowo menjadi sebuah cermin berpolitik yang matang dan penuh perhitungan.
Keputusan ini tidak memberikan simbol sedikitpun tentang egoisme, nepotisme, dan PDI P isme, kecuali yang menonjol dari pencawapresan Prof Mahfud ini adalah sebuah symbol obyektifisme dalam menatap kebutuhan Indonesia masa depan.
Egoisme dan nepotisme menarik disinggung dalam tulisan ini karena penenetuan penacwapresan Prof Mahfud dilakukan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Mengapa Mega tidak menggunakan egoismenya dan nepotismenya, sementara dia punya kader kader hebat yang sudah matang, yakni anak kandungnya sendiri, yakni Puan Maharani (Ketua DPR) dan Prananda yang kini juga sudah matang di PDIP.
Tapi Mega tidak mau melakukan itu karena demi masa depan bangsa, bukan karena masa depan keluarganya sendiri. Termasuk tatkala memilih capres, kenapa Mega juga tidak memilih Puan Maharani yang secara politik memenuhi syarat dan anak kandung sendiri, tetapi lebih memilih Ganjar yang hanya menyandang kader partai.
Baca juga:Mahfud MD Resmi Menjadi Cawapres Ganjar Pranowo
Tentu Mega yang sebagai figur bangsa sadar demi masa depan bangsa dan demi demokrasi yang sehat, Mega harus memilih Ganjar sebagai capres ketimbang Puan Maharani yang anaknya sendiri. Secara pribadi, Mega sebagai manusia biasa, tentu punya hawa nafsu ingin anaknya sendiri yang dipilih dan yang berkuasa, tetapi, Mega memilih menghilangkan syahwat politiknya demi kemajuan bangsa.
Keputusan ini tidak memberikan simbol sedikitpun tentang egoisme, nepotisme, dan PDI P isme, kecuali yang menonjol dari pencawapresan Prof Mahfud ini adalah sebuah symbol obyektifisme dalam menatap kebutuhan Indonesia masa depan.
Egoisme dan nepotisme menarik disinggung dalam tulisan ini karena penenetuan penacwapresan Prof Mahfud dilakukan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Mengapa Mega tidak menggunakan egoismenya dan nepotismenya, sementara dia punya kader kader hebat yang sudah matang, yakni anak kandungnya sendiri, yakni Puan Maharani (Ketua DPR) dan Prananda yang kini juga sudah matang di PDIP.
Tapi Mega tidak mau melakukan itu karena demi masa depan bangsa, bukan karena masa depan keluarganya sendiri. Termasuk tatkala memilih capres, kenapa Mega juga tidak memilih Puan Maharani yang secara politik memenuhi syarat dan anak kandung sendiri, tetapi lebih memilih Ganjar yang hanya menyandang kader partai.
Baca juga:Mahfud MD Resmi Menjadi Cawapres Ganjar Pranowo
Tentu Mega yang sebagai figur bangsa sadar demi masa depan bangsa dan demi demokrasi yang sehat, Mega harus memilih Ganjar sebagai capres ketimbang Puan Maharani yang anaknya sendiri. Secara pribadi, Mega sebagai manusia biasa, tentu punya hawa nafsu ingin anaknya sendiri yang dipilih dan yang berkuasa, tetapi, Mega memilih menghilangkan syahwat politiknya demi kemajuan bangsa.