LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kepala
Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta maaf kepada mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan,
Mahfud MD.
Permohonan maaf tersebut terkait dengan pengakuan Mahfud MD bahwa dua cucunya menjadi korban keracunan usai menyantap
Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya di Yogyakarta.
"Kami mohon maaf atas hal itu. Kenapa kami rapat pada hari ini juga untuk memperbaiki sehubungan dengan sistem tata kelola," kata Dadan di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Dua Cucu Mahfud MD Keracunan MBG, Jalani Perawatan Intensif hingga 4 HariDiketahui, Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kepala BGN, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),
Menteri Kesehatan, dan Kepala BKKBN terkait kasus
keracunan MBG yang meningkat belakangan ini.
Menurut data BGN, ada 6.517 penerima manfaat MBG yang mengalami keracunan sejak program ini diluncurkan pada Januari hingga September 2025.
Dalam dua bulan terakhir, kasus
keracunan MBG meningkat. Kasus keracunan, dipetakan BGN, yakin wilayah I yang mencakup daerah Sumatera, wilayah II di Pulau Jawa, dan wilayah III di Indonesia Timur.
Sebelumnya Mahfud MD mengungkapkan bahwa dua cucunya menjadi korban
keracunan MBG. Salah satu cucu Mahfud menjalani perawatan di rumah sakit selama satu hari.
Sementara cucu lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari.
Hal tersebut disampaikan Mahfud lewat unggahan video di kanal Youtube resmi miliknya.
Baca juga: Kepala BGN Beberkan Faktor Penyebab Murid Keracunan MBG, Diantaranya SDM Kurang Berpengalaman"Enam orang dan kakaknya gitu, kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu, habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah. Tapi yang ini (cucu kedua) sampai empat hari di rumah sakit. Ada dua, iya bersaudara, beda kelas. Di sekolah yang sama," terang Mahfud.
Mahfud juga menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang terkesan meremehkan jumlah kasus
keracunan MBG.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut kasus keracunan MBG hanya 0,0017 persen dari 30 juta porsi yang telah disalurkan.
"Betul itu hanya 0,0017 persen, kata presiden, kecil memang. Tetapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu saja tidak sampai 0,001 persen, orang ribut. Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan," kata Mahfud.
Baca juga: Pemerintah Perketat Standar Program MBG Usai Kasus Keracunan Massal(est)