Youssef, Bocah Putih dan Manis Syahid Akibat Pemboman Israel di Gaza
Muhajirin
Senin, 23 Oktober 2023 - 23:00 WIB
Youssef, Bocah Putih dan Manis Syahid Akibat Pemboman Israel di Gaza
Dalam sebuah video yang disiarkan TRT Arabi, seorang ibu spontan berteriak, “Rambutnya keriting, putih dan manis,” yang merujuk pada Youssef, seorang bocah tujuh tahun yang syahid akibat penjajahan brutal penjajah Israel di Jalur Gaza.
Kata-kata itu pula yang dia lontarkan saat mencari jasad Youssef yang sudah syahid di Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis. Adegan pencarian jasad Youssef itu terekam melalui sebuah klip video yang mencerminkan ribuan kasus serupa di Jalur Gaza.
Ayah Youssef adalah seorang dokter yang tiap berhari berjibaku menyelamatkan korban kebrutalan penjajah Israel. Dia bernama Dokter Muhammad Hamid Abu Musa. Dia harus menghabiskan waktu 20 menit mencari Youssef.
Dia berlari dari ruang perawatan dan ruang gawat darurat. Tapi, Youssef tidak ada di dua ruang tersebut. Sang ayah menemukan Youssef terbujur kaku di kamar mayat. Anak tercintanya syahid. tapi, lihat ketegaran para pejuang di Jalur Gaza. Sang ayat tidak menangis histeris. Dia memeluk jasad anak dan mengatakan “Alhamdulillah” karena Youssef syahid.
Baca juga:Tujuh Hal yang Anda Bisa Lakukan untuk Palestina
Pelukan Terakhir
Sang ayah lalu bercerita. Pada 15 Oktober lalu, dia berangkat kerja dan Youssef memberikan pelukan hangat. Dia menelpon ibu dan saudara perempuannya untuk berkumpul di ruang keluarga. Entah kenapa Youssef mengisyaratkan untuk “pelukan keluarga”.
Kata-kata itu pula yang dia lontarkan saat mencari jasad Youssef yang sudah syahid di Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis. Adegan pencarian jasad Youssef itu terekam melalui sebuah klip video yang mencerminkan ribuan kasus serupa di Jalur Gaza.
Ayah Youssef adalah seorang dokter yang tiap berhari berjibaku menyelamatkan korban kebrutalan penjajah Israel. Dia bernama Dokter Muhammad Hamid Abu Musa. Dia harus menghabiskan waktu 20 menit mencari Youssef.
Dia berlari dari ruang perawatan dan ruang gawat darurat. Tapi, Youssef tidak ada di dua ruang tersebut. Sang ayah menemukan Youssef terbujur kaku di kamar mayat. Anak tercintanya syahid. tapi, lihat ketegaran para pejuang di Jalur Gaza. Sang ayat tidak menangis histeris. Dia memeluk jasad anak dan mengatakan “Alhamdulillah” karena Youssef syahid.
Baca juga:Tujuh Hal yang Anda Bisa Lakukan untuk Palestina
Pelukan Terakhir
Sang ayah lalu bercerita. Pada 15 Oktober lalu, dia berangkat kerja dan Youssef memberikan pelukan hangat. Dia menelpon ibu dan saudara perempuannya untuk berkumpul di ruang keluarga. Entah kenapa Youssef mengisyaratkan untuk “pelukan keluarga”.