Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home global news detail berita

Youssef, Bocah Putih dan Manis Syahid Akibat Pemboman Israel di Gaza

Muhajirin Senin, 23 Oktober 2023 - 23:00 WIB
Youssef, Bocah Putih dan Manis Syahid Akibat Pemboman Israel di Gaza
Youssef, Bocah Putih dan Manis Syahid Akibat Pemboman Israel di Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dalam sebuah video yang disiarkan TRT Arabi, seorang ibu spontan berteriak, “Rambutnya keriting, putih dan manis,” yang merujuk pada Youssef, seorang bocah tujuh tahun yang syahid akibat penjajahan brutal penjajah Israel di Jalur Gaza.

Kata-kata itu pula yang dia lontarkan saat mencari jasad Youssef yang sudah syahid di Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis. Adegan pencarian jasad Youssef itu terekam melalui sebuah klip video yang mencerminkan ribuan kasus serupa di Jalur Gaza.

Ayah Youssef adalah seorang dokter yang tiap berhari berjibaku menyelamatkan korban kebrutalan penjajah Israel. Dia bernama Dokter Muhammad Hamid Abu Musa. Dia harus menghabiskan waktu 20 menit mencari Youssef.

Dia berlari dari ruang perawatan dan ruang gawat darurat. Tapi, Youssef tidak ada di dua ruang tersebut. Sang ayah menemukan Youssef terbujur kaku di kamar mayat. Anak tercintanya syahid. tapi, lihat ketegaran para pejuang di Jalur Gaza. Sang ayat tidak menangis histeris. Dia memeluk jasad anak dan mengatakan “Alhamdulillah” karena Youssef syahid.

Baca juga:Tujuh Hal yang Anda Bisa Lakukan untuk Palestina

Pelukan Terakhir
Sang ayah lalu bercerita. Pada 15 Oktober lalu, dia berangkat kerja dan Youssef memberikan pelukan hangat. Dia menelpon ibu dan saudara perempuannya untuk berkumpul di ruang keluarga. Entah kenapa Youssef mengisyaratkan untuk “pelukan keluarga”.

“Kami semua berdiri berpelukan. Saya tiba di tempat kerja dan dua jam kemudian saya mendengar suara bom, dan rumahnya tidak jauh dari rumah sakit,” kata Hamid.

“Pada hari terjadinya pemboman yang melanda rumah tersebut, saya mempunyai pekerjaan darurat 24 jam. Youssef selalu bertanya tentang jadwal kerja saya dan menghitung kapan saya akan pergi dan jam berapa saya akan keluar dan kembali ke rumah. Setiap kali saya berangkat kerja, dia akan memeluk dan mencium saya, dan orang pertama yang datang akan berlari ke arah saya ketika saya masuk ke rumah sepulang kerja, dan dia memeluk dan mencium saya.”

Kala itu, Hamid tengah sibuk di rumah sakit. Lalu mendengar suara ledakan bom. Dia memperkirakan suara tersebut tidak jauh dari rumahnya. Dia lalu menepon istrinya. Panggilan pertama tidak terjawab. Kedua kalinya hanya suara jeritan yang terdengar.

“Saya kehilangan keberanian dan pergi ke ruang gawat darurat. Ketika saya memasuki ruang gawat darurat, saya mendengar suara putri saya, ibunya menangis,” ujar Hamid.

Hamid beserta istri merupakan dokter berkebangsaan Mesir memiliki tiga orang anak. Anak tertua, Juri, kemudian Hamid, dan yang termuda Youssef (7 tahun). Semuanya berkewarganegaraan Mesir.

"Saya pergi untuk mencoba menenangkan mereka dan memeriksa mereka, dan kemudian saya pergi untuk melihat sisa luka, anak-anak saudara laki-laki saya dan yang lainnya, dan saya bertanya tentang Youssef. Semua orang yang saya tanyakan tentang Youssef memalingkan wajahnya."

“Aku masuk ke ruang perawatan dan menemukan seorang dokter yang mengenalku dan mengenal anak-anakku, dan pertama kali aku masuk dia menatapku dan hatiku berdebar. Aku kehilangan keberanian dan mulai berlari kemana pun aku bisa,” ujar Hamid.

Kamera yang Mendokumentasikan
Ada seorang fotografer yang memotret kejadian dan luka-luka tersebut. Dia membuka kamera dan mulai memperlihatkan gambar-gambar luka para korban. Hamid melihat sebuah gambar dan mengenali Youssef dari pakaiannya.

Hamid berkata, "Ya, di mana ini?" Dia menggelengkan kepalanya dan tidak menjawab, dan ada seseorang yang berdiri di belakangnya dan berkata, "Saya menggendongnya dan membawanya ke lemari es, artinya kamar mayat."

Hamid mengalami keterkejutan dan ketidakseimbangan ketika tahu anaknya yang keriting, putih dan manis itu telah syahid. Saat menuju kamar mayat, Hamid masih berdoa semoga masih ada keajaiban agar Youssef masih hidup.

“Saya tidak bisa memberi tahu ibu dan saudara perempuannya. Ketika anak saya mengetahui saudara laki-lakinya mati syahid, dia mengalami gangguan saraf, dan ibunya dalam keadaan syok berlari ke sana kemari, dan ketika dia mengetahuinya, dia meminta untuk menemuinya sebelum pemakaman,” ujar Hamid.

"Saya kehilangan segalanya, kerabat saya, rumah saya, dan hidup saya, tetapi kerugian terbesar adalah putra saya tercinta, Yusuf. Anggaplah dia seorang syahid di sisi Allah, dan kami hanya mengatakan bahwa ‘Alhamulillah’ dan Dialah sebaik-baik pengatur urusan.”

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)