Tampil di JMFW, SMK NU Banat Kudus Manfaatkan Sampah Pakaian
Esti setiyowati
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 11:00 WIB
SMK NU Banat Kudus kembali berpartisipasi dalam gelaran tahunan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW), di ICE BSD, Tangerang
SMK NU Banat Kudus kembali berpartisipasi dalam gelaran tahunan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW), di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Lewat brand Zelmira, SMK NU Banat Kudus mengusung konsep modest berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu sustainable fashion.
Pemilihan konsep sustainable fashion berangkat dari kegelisahan para siswa SMK NU Banat Kudus akan masalah sampah pakaian.
Berdasarkan riset salah satu platform berita dan data lingkungan, ada 92 juta ton pakaian berakhir di tempat pembuangan sampah.
Kondisi ini yang mendorong siswa-siswi SMK NU Banat Kudus untuk berpikir kreatif guna mengurangi sampah pakaian.
Konsep itu disajikan dalam koleksi "Saeba" yang bermakna sebuah pesona. Semua koleksi digarap langsung oleh siswa-siswi SMK NU Banat Kudus, sekolah binaan Djarum Foundation.
“Koleksi kali ini sangat menantang untuk saya dan teman-teman karena kami harus bisa memadukan beberapa pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi desain pakaian baru yang bisa diterima oleh konsumen sehingga kami juga harus bekerja keras mengasah ide kreatif kami,” tutur salah satu desainer, Mega Rahmawati.
Lewat brand Zelmira, SMK NU Banat Kudus mengusung konsep modest berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu sustainable fashion.
Pemilihan konsep sustainable fashion berangkat dari kegelisahan para siswa SMK NU Banat Kudus akan masalah sampah pakaian.
Berdasarkan riset salah satu platform berita dan data lingkungan, ada 92 juta ton pakaian berakhir di tempat pembuangan sampah.
Kondisi ini yang mendorong siswa-siswi SMK NU Banat Kudus untuk berpikir kreatif guna mengurangi sampah pakaian.
Konsep itu disajikan dalam koleksi "Saeba" yang bermakna sebuah pesona. Semua koleksi digarap langsung oleh siswa-siswi SMK NU Banat Kudus, sekolah binaan Djarum Foundation.
“Koleksi kali ini sangat menantang untuk saya dan teman-teman karena kami harus bisa memadukan beberapa pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi desain pakaian baru yang bisa diterima oleh konsumen sehingga kami juga harus bekerja keras mengasah ide kreatif kami,” tutur salah satu desainer, Mega Rahmawati.