home global news

Fitnah Kekuasaan

Ahad, 05 November 2023 - 10:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Ketika para pembesar Mekah hampir putus asa menghadapi gerakan dakwah Rasulullah SAW di Mekah, mereka berada dalam kepanikan yang sangat. Berbagai cara telah dilakukan. Dengan hinaan, ancaman dan intimidasi kepada Rasulullah hingga kekerasan dan pemaksaan kepada para pengikut beliau untuk kembali murtad. Ternyata kekokohan iman mereka tak tergoyahkan.

Para pembesar itupun mencoba lewat jalur yang lain. Yaitu dengan pendekatan godaan melalui paman beliau. Mereka mendatangi paman Rasulullah dan meminta agar pesan mereka disampaikan kepada Muhammad SAW. Pesan itu dikenal dengan godaan tiga T (tahta, wanita, harta) asal menghentikan dakwahnya. Ketiga godaan ini memang menjadi simbol nafsu duniawi yang dahsyat yang dapat menggelincirkan manusia dari kemuliaannya.

Dari tiga titik nafsu serakah itu tahta (kekuasaan) menjadi salah satu pintu masuknya ragam kerusakan dan pengrusakan dalam kehidupan manusia. Benar seperti yang sering didengarkan: “power tend to corrupt. And absolute power corrupts absolutely” (kekuasaan itu cenderung merusak. Dan kekuasaan absolut itu pasti merusak).

Baca juga:Adil Itu Berat, Tapi Itulah Nilai yang Kita Banggakan

Jika kita kembali kepada beberapa contoh kekuasaan yang rusak dan merusak dalam sejarah manusia mungkin salah satunya yang paling populer adalah kekuasaan Fir’aun. Pada masanya terjadi absolute power (kekuasaan absolut) yang disebabkan oleh salah satunya “penjilat-penjilat” yang punya kepentingan.

Kita mengenal Fir’aun dikelilingi oleh dua orang yang menjadi tangan kanannya. Yang pertama adalah Haman. Dan yang kedua adalah Qarun. Haman adalah tangan kanan yang menjadi tangan kanan Fir’aun dalam kebijakan politik. Dan Qarun adalah tangan kanan yang kaya raya yang banyak menopang Fir’aun dalam kepentingan logistiknya.

Jika kita bawa kisah Fir’aun ini ke dalam konteks kekuasaan masa kini maka sesungguhnya korelasi antara kisah Fir’aun dan kekuasaan yang mendominasi dunia masa kini sangat erat. Mungkin tidak salah ketika orang mengatakan “history often repeat itself” (sejarah seringkali terulang dengan sendirinya”. Mungkn yang berbeda hanya “cover” atau polesan semata.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
fitnah imam shamsi ali kekuasaan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya