Utbah bin Rabiah datang membawa tawaran takhta dan wanita demi membungkam dakwah. Namun, ia pulang dengan ketakutan luar biasa setelah sepenggal ayat tentang azab menggetarkan nyalinya.
Fiqh tumbuh di tengah ekspansi politik Islam. Dari kebutuhan mengatur masyarakat majemuk, ia menjelma disiplin hukum mapan, dibentuk perdebatan ulama, patronase penguasa, dan dinamika sejarah.
Fikih bukan sekadar hukum ibadah. Ia tumbuh bersama ekspansi Islam, menjadi instrumen utama pengaturan masyarakat dan negara. Sejarah menjelaskan mengapa fiqh begitu dominan dalam cara umat Islam memahami agamanya.
Jejak Dzulqarnain kembali muncul dalam perbincangan klasik lewat tafsir Yusuf al-Qardhawi. Kisahnya tak dimaksudkan sebagai teka-teki sejarah, melainkan potret kuasa, integritas, dan batas pengetahuan manusia.
Dari Leiden hingga Batavia, pengetahuan tumbuh di bawah bayang-bayang kuasa. Di tangan kolonial, ilmu bukan lagi jalan memahami, melainkan alat menundukkan dunia yang tak pernah mereka pahami sepenuhnya.
Tiga nama abadi dalam Al-QuranFiraun, Haman, dan Qarunbukan sekadar kisah masa lalu. Mereka adalah cermin kekuasaan, politik, dan harta yang bersatu melawan kebenaran di setiap zaman.
Pernyataan itu seolah mengafirmasi apa yang sudah lama disaksikan: betapapun keduanya sering menegaskan diri sebagai gerakan dakwah dan pendidikan, pengaruh politik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama nyaris tak terhindarkan.
Muawiyah tak hanya mewarisi kekuasaan, tapi juga mengukir tafsir atas takdir. Doa Nabi yang ia sebarkan menjadi dasar narasi: bahwa segala yang terjadi, termasuk kekuasaan dan penindasan, semata-mata kehendak Tuhan.
Sebuah kisah yang tak hanya memuat fragmen spiritual, tetapi juga kritik terhadap kekuasaanyang apabila tak disertai hikmah dan kehati-hatian, bisa melukai keadilan yang diamanahkan Tuhan.
Sejarawan sekaligus Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis, Tiar Anwar Bachtiar, menegaskan, politik merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia,
Ketika para pembesar Mekah hampir putus asa menghadapi gerakan dakwah Rasulullah SAW di Mekah, mereka berada dalam kepanikan yang sangat. Berbagai cara telah dilakukan.
Peneliti di Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS), Ahmad Kholili Hasib, menjelaskan, ketaatan kepada Allah tidak boleh dikalahkan oleh ketaatan kepada partai politik.