home global news

Tetap Teguh Bertahan, Begini Cara Warga Gaza Atasi Krisis Air dan Bahan Bakar

Jum'at, 10 November 2023 - 17:00 WIB
Basma Adwan duduk di depan tungku kayu buatan sang suami, Abd Rabbo, di rumah mereka di kota Rafah, selatan Jalur Gaza
Basma Adwan duduk di depan tungku kayu buatan sang suami, Abd Rabbo, di rumah mereka di kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Tungku kayu itu merupakan alternatif yang dibuat Abd Rabbo untuk mengakali krisis bahan bakar dan gas untuk memasak.

Kompor yang terbuat dari setengah tong (wadah besi) dan kompor tradisional menjadi alternatif yang digunakan mayoritas masyarakat Gaza saat ini. Mereka tidak kehilangan akal untuk tetap bertahan di Tanah Gaza.

Hari Basma dimulai dengan sinar pertama hari itu. Usai salat subuh, suaminya menyalakan potongan kayu bakar dari pohon zaitun dan jeruk di bawah kompor, siap menyiapkan sarapan untuk sekitar 25 penyintas dari utara Jalur Gaza, seperti halnya mayoritas rumah di bagian selatan.

Basma dan suaminya adalah kepala sekolah. Pembantaian di Jalur Gaza membuat mereka kehilangan pekerjaan. Sekitar 215 sekolah telah diubah menjadi pusat penyintas, yang sebagian besar berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Baca juga:Kemenangan Itu Nyata!

Mayoritas rumah dan sekitar 128 pusat penyintas di Kota Rafah serta Khan Yunis, Gaza Selatan dipenuhi ratusan ribu penyintas.

Abd Rabbo mendaur ulang tong bekas menjadi kompor. Dia memanfaatkan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk kompor tersebut dan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti memasak dan sekadar minum the hangat. Kompor itu juga digunakan untuk menyediakan roti.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jalur gaza krisis air bahan bakar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya