BMKG Sebut 151 Gempa Susulan Guncang Tanimbar Maluku
Tim langit 7
Sabtu, 11 November 2023 - 14:14 WIB
ilustrasi
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata, ada 151 gempa susulan di Kabupaten Tanimbar, Maluku, sejak 8 November 2023. Gempa susulan terbesar di Tanimbar berkekuatan Magnitudo 6,8.
Gempa tersebut merupakan susulan dari sebelumnya tepatnya pada 8 November 2023, Kabupaten Tanimbar diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,2. Hingga kini, gempa masih terjadi di Kabupaten Tanimbar.
"Hasil monitoring BMKG untuk gempabumi Laut Banda M7,2 8 November 2023 pukul 11:52:53 WIB hingga 11 November 2023 pukul 04:30:00 WIB menunjukkan adanya 151 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M6,8," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan resminya, Sabtu (11/11/2023).
Baca juga:Gempa Bumi M7,2 di Tanimbar Maluku Picu Tsunami
BMKG mengimbau kepada masyarakat di daerah Kabupaten Tanimbar Maluku agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Kemudian, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.
Gempa tersebut merupakan susulan dari sebelumnya tepatnya pada 8 November 2023, Kabupaten Tanimbar diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,2. Hingga kini, gempa masih terjadi di Kabupaten Tanimbar.
"Hasil monitoring BMKG untuk gempabumi Laut Banda M7,2 8 November 2023 pukul 11:52:53 WIB hingga 11 November 2023 pukul 04:30:00 WIB menunjukkan adanya 151 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M6,8," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan resminya, Sabtu (11/11/2023).
Baca juga:Gempa Bumi M7,2 di Tanimbar Maluku Picu Tsunami
BMKG mengimbau kepada masyarakat di daerah Kabupaten Tanimbar Maluku agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Kemudian, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbau Daryono.
(ori)