home global news

Hargai Jasa Pahlawan dengan Jadi Pahlawan Masa Kini

Ahad, 12 November 2023 - 08:00 WIB
ilustrasi
Guru Besar Hukum Islam UINSA Surabaya, KH Ahmad Zahro, menilai, spirit Hari Pahlawan harus menjadi inspirasi generasi bangsa zaman now untuk menjadi pahlawan kontemporer. Tidak harus bertempur, tapi harus bertempur melawan korupsi, kolusi dan nepotisme, berperang melawan kebodohan dan kemiskinan, serta berjuang menegakkan keadilan dan memeratakan kemakmuran.

“Untuk menjadi pahlawan kontemporer, modal utamanya adalah: persatuan, kesungguhan, kejujuran, keberanian, kebenaran, dan keikhlasan,” kata KH Zahro saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Sabtu (11/11/2023).

Dia mengatakan, persatuan menjadi modal utama kemenangan umat Islam masa lalu dalam menghadapi agresi musuh, sejak Nabi Muhammad SAW, Khulafa Rasyidin dan seterusnya. “Oleh karena itu, mari kita bersatu, rukun, saling menghargai keragaman, tidak mempermasalahkan perbedaan di antara kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujarnya.

Persatuan itu amat penting direalisasikan pada masa kini. KH Zahro mencontohkan, resolusi jihad berawal dari kegundahan Bung Karno karena penjajah Belanda dengan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ingin kembali menjajah Indonesia yang baru sekitar dua bulan memproklamirkan kemerdekaan.

Baca juga:Seruan Anak Gaza: Kami tidak Takut, Hasbunallah Wanikmal Wakil

“Bung Karno minta fatwa ke mbah Hasyim (KH. M. Hasyim Asy'ary, Tebuireng) bagaimana menghadapi problem bangsa yang amat berat ini,” kata KH Zahro.

Maka, dikeluarkanlah resolusi jihad 22 Oktober 1945. Dari resolusi inilah maka tercipta sejarah yang akan dikenang oleh bangsa Indonesia, yakni peristiwa 10 November. perang 10 November, didahului beberapa hari perang sebelumnya, dan dipicu ultimatum penjajah yang akan membumi hanguskan Surabaya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pahlawan nasional
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya