Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Hargai Jasa Pahlawan dengan Jadi Pahlawan Masa Kini

Muhajirin Ahad, 12 November 2023 - 08:00 WIB
Hargai Jasa Pahlawan dengan Jadi Pahlawan Masa Kini
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Guru Besar Hukum Islam UINSA Surabaya, KH Ahmad Zahro, menilai, spirit Hari Pahlawan harus menjadi inspirasi generasi bangsa zaman now untuk menjadi pahlawan kontemporer. Tidak harus bertempur, tapi harus bertempur melawan korupsi, kolusi dan nepotisme, berperang melawan kebodohan dan kemiskinan, serta berjuang menegakkan keadilan dan memeratakan kemakmuran.

“Untuk menjadi pahlawan kontemporer, modal utamanya adalah: persatuan, kesungguhan, kejujuran, keberanian, kebenaran, dan keikhlasan,” kata KH Zahro saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Sabtu (11/11/2023).

Dia mengatakan, persatuan menjadi modal utama kemenangan umat Islam masa lalu dalam menghadapi agresi musuh, sejak Nabi Muhammad SAW, Khulafa Rasyidin dan seterusnya. “Oleh karena itu, mari kita bersatu, rukun, saling menghargai keragaman, tidak mempermasalahkan perbedaan di antara kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujarnya.

Persatuan itu amat penting direalisasikan pada masa kini. KH Zahro mencontohkan, resolusi jihad berawal dari kegundahan Bung Karno karena penjajah Belanda dengan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ingin kembali menjajah Indonesia yang baru sekitar dua bulan memproklamirkan kemerdekaan.

Baca juga:Seruan Anak Gaza: Kami tidak Takut, Hasbunallah Wanikmal Wakil

“Bung Karno minta fatwa ke mbah Hasyim (KH. M. Hasyim Asy'ary, Tebuireng) bagaimana menghadapi problem bangsa yang amat berat ini,” kata KH Zahro.

Maka, dikeluarkanlah resolusi jihad 22 Oktober 1945. Dari resolusi inilah maka tercipta sejarah yang akan dikenang oleh bangsa Indonesia, yakni peristiwa 10 November. perang 10 November, didahului beberapa hari perang sebelumnya, dan dipicu ultimatum penjajah yang akan membumi hanguskan Surabaya.

‘Terbakarlah semangat juang dan berkobarlah ruh jihad para santri, berkat resolusi jihad mbah Hasyim. Teori dan strategi perang apa pun sulit mencerna kenyataan bahwa tentara penjajah itu dapat dikalahkan oleh pasukan santri dan arek-arek Suroboyo,” ucap KH Zahro.

Di bawah komandan KH. Abbas Abdul Jamil dari Buntet, Cirebon yang ditunjuk oleh mbah Hasyim, pasukan santri yang tidak terlatih, bahkan sebagian bersarung, tidak bersenjata selain bambu runcing yang diasmai, bisa mengalahkan pasukan Inggris dan Belanda yang bersenjatakan lengkap dan canggih untuk saat itu.

“Bahkan dua jendral pasukan penjajah tewas mengenaskan di medan laga Jembatan Merah,” ujarnya. Ada satu doa yang diucapkan para pejuang saat melawan penjajah, yakni:

“Cukup bagi kami Allah sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik Penguasa, dan sebaik-baik Penolong.”

Bambu runcing dilempar dan mencari sasarannya sendiri. Ini 100% persis dengan firman Allah SWT:

"Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 17)

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)