Cendekiawan Muslim Amerika Serikat Ovamir Anjum Kagum dengan Islam di Indonesia
Tim langit 7
Selasa, 14 November 2023 - 15:00 WIB
Cendekiawan Muslim asal Amerika Serikat Ovamir Anjum
Cendekiawan Muslim asal Amerika Serikat Ovamir Anjum mengaku kagum dengan Muhammadiyah dan umat Islam Indonesia secara umum. Pengakuan itu ia sampaikan dalam kuliah umum yang menjadi salah satu rangkaian acara Konferensi Mufasir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Ahad (12/11/2023).
Ovamir Anjum tertarik dengan ekspresi keislaman Muhammadiyah dan Indonesia secara umum. “Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri, berkah yang begitu besar, dan saya melihat bahwa orang-orang beralih kepada Allah SWT, baik ketika mereka pergi ke jalanan atau ke pusat perbelanjaan, di mana pun Anda melihat orang-orang sedang ibadah, mengenakan hijab, semua ini berkah yang Allah berikan,” ucapnya.
Sebagai tamu yang diberikan kehormatan untuk menyampaikan ilmu, Ovamir Anjum dengan rendah hati justru ingin belajar kepada para mufasir Muhammadiyah. “Saya ingin memberikan beberapa pengingat tentang Al-Qur’an, tetapi saya ingin mengakui bahwa saya berbicara sebagai murid Anda daripada sebagai seorang pengajar, karena saya diberitahu bahwa Anda semua adalah para (peserta konferensi) mufasir Al-Qur’an,” tutur Ovamir.
Setelah itu, pria kelahiran tahun 1974 (47 tahun) ini menceritakan latar belakangnya sebagai seorang keturunan Pakistan yang kini telah hidup selama 30 tahun di Amerika Serikat. Peneliti Yaqeen Institue dan pengajar Studi Islam di Universitas Toledo, Ohio, ini membeberkan fakta bahwa populasi umat Islam di Amerika Serikat terus berkembang dari tahun ke tahun. Di antara mereka banyak yang tertarik belajar Islam dan bahasa Arab.
Ovamir kemudian mengungkapkan bahwa membaca Al Quran bukanlah tujuan akhir. Baginya, Al-Quran bukan sekadar buku yang diagungkan karena keindahannya atau dibaca untuk mendapatkan berkah; sebaliknya, kitab suci ini adalah buku panduan (workbook) yang membutuhkan partisipasi aktif, pemecahan masalah, dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan merangkul pendekatan praktis dan aktif, Al-Quran dapat dijadikan petunjuk untuk menghadapi permasalahan dunia nyata dengan bijak.
Dengan pendekatan ini, Ovamir mengungkap rahasia Surat Al Baqarah. Menurutnya, Surah Al-Baqarah memiliki dua bagian utama yang saling melengkapi. Bagian pertama, berfokus pada cerita Bani Israel. Bagian kedua Surah Al Baqarah berikutnya, memberikan panduan hukum dan petunjuk khusus untuk umat Islam. Pada bagian kedua ini Allah SWT menguraikan prinsip-prinsip utama hukum Islam, mencakup lima pilar Islam, jihad, hukum pernikahan dan perceraian, serta hal-hal lainnya.
Setelah itu, Ovamir menjelaskan penggalan QS. Al-Baqarah ayat 84-85 yang membicarakan perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel. Salah satu perjanjian yang ditekankan oleh Allah adalah agar bangsa Israil tidak membunuh sesama dan tidak mengusir satu sama lain. Menurut Anjum, ketika Al-Quran membicarakan Bani Israel, hal tersebut tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan.
Ovamir Anjum tertarik dengan ekspresi keislaman Muhammadiyah dan Indonesia secara umum. “Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri, berkah yang begitu besar, dan saya melihat bahwa orang-orang beralih kepada Allah SWT, baik ketika mereka pergi ke jalanan atau ke pusat perbelanjaan, di mana pun Anda melihat orang-orang sedang ibadah, mengenakan hijab, semua ini berkah yang Allah berikan,” ucapnya.
Sebagai tamu yang diberikan kehormatan untuk menyampaikan ilmu, Ovamir Anjum dengan rendah hati justru ingin belajar kepada para mufasir Muhammadiyah. “Saya ingin memberikan beberapa pengingat tentang Al-Qur’an, tetapi saya ingin mengakui bahwa saya berbicara sebagai murid Anda daripada sebagai seorang pengajar, karena saya diberitahu bahwa Anda semua adalah para (peserta konferensi) mufasir Al-Qur’an,” tutur Ovamir.
Setelah itu, pria kelahiran tahun 1974 (47 tahun) ini menceritakan latar belakangnya sebagai seorang keturunan Pakistan yang kini telah hidup selama 30 tahun di Amerika Serikat. Peneliti Yaqeen Institue dan pengajar Studi Islam di Universitas Toledo, Ohio, ini membeberkan fakta bahwa populasi umat Islam di Amerika Serikat terus berkembang dari tahun ke tahun. Di antara mereka banyak yang tertarik belajar Islam dan bahasa Arab.
Ovamir kemudian mengungkapkan bahwa membaca Al Quran bukanlah tujuan akhir. Baginya, Al-Quran bukan sekadar buku yang diagungkan karena keindahannya atau dibaca untuk mendapatkan berkah; sebaliknya, kitab suci ini adalah buku panduan (workbook) yang membutuhkan partisipasi aktif, pemecahan masalah, dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan merangkul pendekatan praktis dan aktif, Al-Quran dapat dijadikan petunjuk untuk menghadapi permasalahan dunia nyata dengan bijak.
Dengan pendekatan ini, Ovamir mengungkap rahasia Surat Al Baqarah. Menurutnya, Surah Al-Baqarah memiliki dua bagian utama yang saling melengkapi. Bagian pertama, berfokus pada cerita Bani Israel. Bagian kedua Surah Al Baqarah berikutnya, memberikan panduan hukum dan petunjuk khusus untuk umat Islam. Pada bagian kedua ini Allah SWT menguraikan prinsip-prinsip utama hukum Islam, mencakup lima pilar Islam, jihad, hukum pernikahan dan perceraian, serta hal-hal lainnya.
Setelah itu, Ovamir menjelaskan penggalan QS. Al-Baqarah ayat 84-85 yang membicarakan perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel. Salah satu perjanjian yang ditekankan oleh Allah adalah agar bangsa Israil tidak membunuh sesama dan tidak mengusir satu sama lain. Menurut Anjum, ketika Al-Quran membicarakan Bani Israel, hal tersebut tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan.