Ada Taksi Terbang di Indonesia, Mulai Uji Coba Oktober di Bali
Muhammad rifai akif
Rabu, 01 September 2021 - 22:11 WIB
Ehang 216 Foto: Instagram.com/rudysalim
Kabar gembira bagi para penggemar tantangan di ketinggian. Taksi terbang EHang 216 sudah tiba di Jakarta. Ini terekam dari unggahan Rudy Salim selaku Presiden Direktur Prestige Image Motorcars di Instagram miliknya.
Prestige Image Motorcars dikenal memberi kejutan dan inovasi. Setelah sebelumnya mereka meluncurkan mobil listrik Tesla dengan berbagai varian di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 April lalu, mereka memperkenalkan dua produk unggulannya yakni Cybertruck dari Tesla dan taksi terbang EHang.
Taksi Terbang EHang 216 direncanakan uji coba pada bulan Oktober 2021. Bali dipilih sebagai destinasi pertama untuk operasional kendaraan terbang ini.
"Kita mau meningkatkan pariwisata di Bali, dan impact-nya mungkin bukan hanya nasional tapi internsional bila ada wisata baru seperti ini yang murah dan ramah lingkungan," kata Rudy Salim.
Taksi terbang tipe EHang 216 yang beroperasi di Bali memiliki muatan maksimum 220 kg dengan kecepatan maksimal 130 km/jam. Kendaraan ini menggunakan daya listrik 100% sehingga ramah lingkungan. Kendaraan jenis drone ini membutuhkan waktu pengisian listrik selama 1,5 jam, dengan daya 220v atau 380v.
EHang 216 memiliki 16 baling-baling 8 lengan yang bisa dilipat, sehingga efektif dan menghemat tempat parkir karena hanya memakan lahan seluas 5 m².
EHang 216 bisa menempuh jarak penerbangan 35 kilometer dengan muatan penuh dalam waktu 21 menit. Ketinggian yang bisa dicapai yakni 3000 meter.
Prestige Image Motorcars dikenal memberi kejutan dan inovasi. Setelah sebelumnya mereka meluncurkan mobil listrik Tesla dengan berbagai varian di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 April lalu, mereka memperkenalkan dua produk unggulannya yakni Cybertruck dari Tesla dan taksi terbang EHang.
Taksi Terbang EHang 216 direncanakan uji coba pada bulan Oktober 2021. Bali dipilih sebagai destinasi pertama untuk operasional kendaraan terbang ini.
"Kita mau meningkatkan pariwisata di Bali, dan impact-nya mungkin bukan hanya nasional tapi internsional bila ada wisata baru seperti ini yang murah dan ramah lingkungan," kata Rudy Salim.
Taksi terbang tipe EHang 216 yang beroperasi di Bali memiliki muatan maksimum 220 kg dengan kecepatan maksimal 130 km/jam. Kendaraan ini menggunakan daya listrik 100% sehingga ramah lingkungan. Kendaraan jenis drone ini membutuhkan waktu pengisian listrik selama 1,5 jam, dengan daya 220v atau 380v.
EHang 216 memiliki 16 baling-baling 8 lengan yang bisa dilipat, sehingga efektif dan menghemat tempat parkir karena hanya memakan lahan seluas 5 m².
EHang 216 bisa menempuh jarak penerbangan 35 kilometer dengan muatan penuh dalam waktu 21 menit. Ketinggian yang bisa dicapai yakni 3000 meter.