home global news

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Boyolali dan Magelang Hujan Abu

Sabtu, 02 Desember 2023 - 13:58 WIB
ilustrasi
Gunung Merapi muntahkan awan panas guguran (APG) dari kawah puncak dengan jarak luncur 2.000 meter, Jumat (1/12/2023) pukul 19.27 WIB. Kawah meluncur ke arah ke barat daya (Kali Bebeng) dan 1.200 meter ke arah selatan (Kali Boyong).

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, luncuran APG pertama terjadi dalam durasi 228 detik dengan amplitudo maksimal 40 mm. Kemudian yang kedua berdurasi 132 detik dengan amplitudo maksimal 42 mm.

Hasil perekaman visual dari kamera televisi sirkuit tertutup atau yang dikenal close circuit television (CCTV) Jurang Jero milik BPPTKG-Badan Geologi, terlihat gumpalan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi setelah lava pijar meluncur dari bagian kawah yang berada di puncak Gunung Merapi. Dari pantauan CCTV tersebut kolom abu kemudian tertiup angin menuju ke arah barat daya-barat-barat laut.

Laporan dari relawan, hujan abu vulkanik dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Desa Tlogolele, Desa Senden, Desa Suroteleng, Desa Jrakah dan Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Hujan abu vulkanik itu terjadi sesaat setelah Gunung Merapi muntahkan APG.

Baca juga:KPI Ingatkan Pentingnya Isu Lingkungan Terus Ditayangkan Lembaga Penyiaran

Adanya fenomena hujan abu vulkanik dampak dari APG Gunung Merapi dibenarkan oleh Marwoto, selaku Kepala Desa Klakah. Menurutnya hampir semua dukuh di Desa Klakah terdampak abu vulkanik, namun intensitasnya ringan. Marwoto juga menyatakan bahwa kondisi masih aman terkendali.

“Iya benar. Hampir semua dukuh di Desa Klakah terdampak abu vulkanik Gunung Merapi, namun intensitasnya tipis,” jelas Marwoto melalui sambungan telepon.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
gunung merapi awan panas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya